Analisis Kekuatan Tarik dan Bending Serat Pelepah Pinang Sebagai Penguat Material Komposit
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kemajuan teknologi mendorong pengembangan material alternatif berkualitas
tinggi untuk kebutuhan nelayan, seperti lambung kapal. Karena keterbatasan kayu,
material komposit yang lebih tahan lama dan ringan menjadi solusi. Komposit
terdiri dari matriks dan filler, dengan filler sebagai penguat, salah satunya adalah
serat pelepah pinang yang berpotensi meningkatkan kekuatan tekan dan lentur
komposit. Penelitian menggunakan metode hand lay-up dengan variasi arah serat
0°/0°/45°/-45°/0°/0°, 0°/45°/0°/0°/-45°/0°, dan 0°/45°/0°/-45°/0°/0°, serta fraksi
volume 60% resin dan 40% serat. Hasil dari penelitian ini Variasi arah serat pada
material komposit dengan penguat serat pelepah pinang memengaruhi kekuatan
tarik, modulus elastisitas, dan kekuatan bending. Arah serat 0°/45°/0°/0°/-45°/0°
menghasilkan kekuatan tarik tertinggi 31,11 MPa dan modulus elastisitas 486
MPa, sementara arah serat 0°/45°/0°/-45°/0°/0° memberikan nilai terendah 22,28
MPa dan 377 MPa. Pada pengujian bending, arah serat 0°/45°/0°/0°/-45°/0°
memperoleh kekuatan tertinggi 64,72 MPa, sedangkan arah serat 0°/45°/0°/
45°/0°/0° memiliki kekuatan terendah 42,94 MPa. Meskipun hasil penelitian
menunjukkan potensi material komposit dengan serat pelepah pinang, material ini
belum memenuhi standar BKI untuk kekuatan tarik 98 MPa dan bending 150
MPa, sehingga belum dapat menggantikan serat gelas dalam pembuatan lambung
kapal FRP. Pengamatan foto mikro menunjukkan bahwa kegagalan spesimen uji
disebabkan oleh fiber pull-out, rongga udara (void), penumpukan serat, crack
deflection, dan porositas. Hal ini terjadi karena kesulitan mengontrol serat pelepah
pinang selama proses laminasi dan pencetakan. Sedangkan untuk pengamatan
SEM menunjukkan adanya celah antara resin dan serat yang membuat tidak
menyatu dengan sempurna.
Description
reupload 2026 Rudi H
Approved by Teddy
