Penerapan Good Handling Practices (Ghp) Pada Panen Dan Pasca Panen Tembakau Na-Oogst Di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tembakau Na-Oogst merupakan komoditas unggulan ekspor asal
Kabupaten Jember yang digunakan sebagai bahan baku cerutu internasional.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan volume ekspor akibat
mutu tembakau yang menurun, salah satunya karena belum optimalnya penerapan
Good Handling Practices (GHP) dalam proses panen dan pasca panen. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Good Handling Practices
(GHP) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada usahatani tembakau Na-
Oogst di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis
dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi dari 45 responden petani yang tersebar di tiga kecamatan sentra
tembakau: Ambulu, Rambipuji, dan Tempurejo. Analisis data dilakukan
menggunakan skoring skala likert untuk menilai tingkat penerapan Good
Handling Practices (GHP) tembakau Na-Oogst di Kabupaten Jember dan regresi
linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penerapan Good Handling
Practices (GHP) antar responden tergolong konsisten dan tidak memiliki variasi
yang tinggi, dalam pengkategorian tingkat penerapan Good Handling Practices
(GHP), skor 67,87 termasuk dalam kategori “Sangat Tinggi” (≥ 63,00). Mayoritas
petani telah menerapkan Good Handling Practices (GHP) dengan sangat baik.
Pengujian faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penerapan Good Handling
Practices (GHP) adalah seluruh variabel independen secara bersama-sama
berpengaruh terhadap tingkat penerapan GHP. Tiga variabel yang berpengaruh
signifikan secara parsial yaitu (1) luas lahan berpengaruh negatif, (2) pendapatan
petani berpengaruh positif, dan (3) pengetahuan tentang panen dan pasca panen
juga berpengaruh positif.
Description
Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
