Hubungan Sanitasi Lingkungan, Penyakit Diare, dan Asupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan (Studi di Desa Grujugan Lor, Kabupaten Bondowoso)

dc.contributor.authorIta Ilhaqiqoh
dc.date.accessioned2026-06-08T02:30:34Z
dc.date.issued2024-07-02
dc.descriptionReupload File Repository 8 Juni 2026_Yudi FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 08
dc.description.abstractStunting merupakan salah satu masalah gizi yang sering dialami oleh balita usia 0-59 bulan ditandai TB/U dengan nilai z-score -3 SD sd <-2 SD. Faktor penyebab tidak langsung terjadinya stunting pada balita salah satunya yakni sanitasi lingkungan. Sanitasi lingkungan yang buruk akan mengakibatkan terjadinya penyakit infeksi salah satunya, yaitu penyakit diare. Penyakit diare merupakan kondisi buang air besar lebih dari 3 kali per hari dengan konsistensi cair yang dapat menyebabkan balita kehilangan asupan zat gizi yang dikonsumsinya. Balita yang mengalami penyakit diare berkepanjangan dan terus-menerus maka akan lebih banyak kehilangan asupan zat gizi. Jika hal ini tidak segera ditangani dan tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sesuai maka balita akan berisiko mengalami stunting. Stunting dapat dicegah dengan cara memberikan asupan protein terutama protein hewani yang berfungsi sebagai pertumbuhan, perkembangan serta membantu mengganti sel tubuh yang rusak. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan sanitasi lingkungan, penyakit diare, dan asupan protein dengan stunting pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional yang dilakukan di Desa Grujugan Lor pada balita stunting usia 24-59 bulan. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling yaitu menggunakan sampel yang telah diacak dan memenuhi kriteria sehingga diperoleh sebanyak 36 sampel. Variabel yang digunakan pada penelitian ini, yaitu sanitasi lingkungan (Saluran Pembuangan Air Limbah, sumber air bersih, tempat pembuangan sampah, ketersediaan dan kebersihan jamban dan pemeliharaan hewan ternak), penyakit diare dan asupan protein. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan kuesioner untuk sanitasi lingkungan dan penyakit diare, food recall 2x24 jam untuk menghitung asupan protein. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu analisis data univariat dan bivariat dengan uji chi square, uji fisher exact dan uji mann whitney. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Grujugan Lor mayoritas pendek, yaitu (86,1%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan, yaitu (52,8%). Stunting pada balita di Desa Grujugan Lor sebagian besar berasal dari tempat posyandu anggrek 3 sebanyak 38,9%. Hasil analisis data diperoleh bahwa sanitasi lingkungan (Saluran Pembuangan Air Limbah dengan nilai p-value 0,035, tempat pembuangan sampah dengan nilai p value 0,047, ketersediaan dan kebersihan jamban dengan nilai p-value 0,042) dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita, sedangkan (sumber air bersih dengan nilai p-value 0,631 dan pemeliharaan hewan ternak dengan nilai p-value 0,628) dinyatakan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Variabel penyakit diare diperoleh nilai p value 0,044 yang dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit diare dengan stunting pada balita. Selain itu, terkait asupan protein diperoleh nilai p-value 0,158 yang dinyatakan tidak ada hubungan antara asupan protein dengan stunting pada balita. Ibu balita dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti memberikan balita air minum yang sudah dimasak, menyediakan tempat sampah yang tertutup agar terhindar dari vektor pembawa penyakit, menggunakan jamban sehat dan menerapkan perilaku CTPS setelah BAB dan sebelum menyuapi balita. Ibu balita dapat memperbaiki asupan makan balita dengan cara mengurangi pemberian konsumsi camilan (ciki-ciki) dan memberikan makan 3 kali per hari (pagi, siang, sore) dengan kombinasi pemberian protein nabati (tempe dan tahu) dan protein hewani (ayam, ikan, daging, telur dll).
dc.description.sponsorshipGlobila Nurika, S.KM., M.KL., Abdul Azis Akbar, S.Si., M.Kes., s
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8238
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectSanitasi Lingkungan
dc.subjectPenyakit Diare
dc.subjectAsupan Protein
dc.subjectStunting
dc.subjectBalita
dc.titleHubungan Sanitasi Lingkungan, Penyakit Diare, dan Asupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan (Studi di Desa Grujugan Lor, Kabupaten Bondowoso)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ita Ilhaqiqoh - 202110102002.pdf
Size:
982.2 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: