Hubungan Anemia Ibu Saat Masa Kehamilan dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan pada Keluarga di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Falentina Dea Putri Wicaksono | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-27T02:13:59Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-05 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Stunting merupakan kondisi malnutrisi yang masih menjadi permasalahan secara global. Kebutuhan gizi saat kehamilan diperlukan lebih besar untuk metabolisme ibu dan pertumbuhan janin, termasuk kebutuhan zat besi. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia yang menghambat suplai darah sebagai pengantar makanan dan oksigen ke janin sehingga mengalami gangguan perkembangan serta pertumbuhan janin. Teori Keperawatan Maternal Role-Becoming a Mother oleh Ramona T. Mercer menggambarkan proses bagaimana seorang wanita bertransformasi menjadi seorang ibu. Peran maternal yang dijalani oleh ibu meliputi tahap kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak. Tahapan pencapaian peran seiring dengan tumbuh kembang bayi dipengaruhi oleh dukungan sosial, stress, hubungan ibu dengan ayah, dan fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan anemia ibu saat masa kehamilan dengan kejadian stunting usia 24-59 bulan pada keluarga di Kabupaten Jember. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan case-control. Dalam penelitian ini terdapat 3 pengukuran yaitu sosiodemografi, anemia ibu di buku KIA, dan pengukuran pada balita menggunakan microtoise digital dan timbangan digital. Sampel penelitian berjumlah 144 responden dengan 72 balita stunting dan 72 balita tidak stunting di Kabupaten Jember. Teknik penelitian dengan menggunakan probably sampling yaitu stratified random sampling. Analisis penelitian ini menggunakan uji statistic Chi-Square dan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita stunting di wilayah tersebut rata-rata berusia 36 bulan. Sebagian besar balita stunting memiliki riwayat pemberian ASI ekslusif selama lebih dari 6 bulan (61,1%). Rata-rata usia ibu saat kehamilan yang memiliki balita stunting yaitu >20 dan <35 termasuk tidak berisiko tinggi (83,3%). Mayoritas ibu di wilayah tersebut berperan sebagai ibu rumah tangga (94,4%). Sebagian besar keluarga berpendapatan rendah di bawah UMR Kabupaten Jember (95,8%). Anemia ibu menunjukkan sebagian besar terjadi pada trimester I (20,8%) dan trimester III (12,5%). Sebagian besar balita stunting dengan tubuih sangat pendek (52,2%). Ada perbedaan bermakna pada stunting yang dialami balita (Z=0,111; p-value=0,029). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa adanya hubungan anemia ibu saat kehamilan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kabupaten Jember (p-value= 0,000; p<0,05). Anemia ibu berisiko 4,7 kali lebih besar untuk memiliki anak stunting (OR=>1; 95% CI= 2,07-10,58). Berdasarkan hasil pemaparan diharapkan ibu hamil dapat mempertahankan status gizi secara konsisten untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. Ibu yang memiliki hemoglobin yang rendah harus segera diberikan penanganan seperti pemberian tablet tambah darah (TTD) dan pemberian makanan tambahan untuk gizi ibu. Keterlibatan tenaga kesehatan juga sangat penting dalam memberikan informasi tentang pola makan, nutrisi saat kehamilan, dan tanda gejala anemia serta cara mengatasinya. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Prof Tantut Susanto, S. Kep., Ns., M. Kep Dosen Pembimbing Anggota: Hanny Rasni, S. Kp., M. Kep | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/362 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Stunting | |
| dc.subject | Kebutuhan gizi | |
| dc.title | Hubungan Anemia Ibu Saat Masa Kehamilan dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan pada Keluarga di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
