Inovasi Berbasis Lokal Penanganan Stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh Kader Posyandu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember yang memiliki prevalensi stunting sebesar 21,7% pada tahun 2022. Penanganan stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sering kali menghadapi kendala teknis dan sosial, seperti rendahnya partisipasi kehadiran masyarakat di posyandu dan kurangnya variasi menu yang menyebabkan anak jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan proses inovasi berbasis lokal dalam penanganan stunting melalui program PMT yang dilakukan oleh Kader Posyandu Alamanda 89 di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk mengeksplorasi praktik kader secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci (ketua kader dan perangkat kelurahan) serta informan tambahan (anggota kader dan orang tua balita), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kader Posyandu Alamanda 89 mengembangkan tiga bentuk inovasi utama sebagai respons terhadap kendala lapangan. Pertama, pendistribusian PMT dengan sistem jemput bola untuk
memastikan pemerataan akses bagi balita yang tidak hadir dan memperkuat monitoring personal. Kedua, pembentukan kebun mandiri kader sebagai upaya edukasi ketahanan pangan keluarga, meskipun menghadapi tantangan keberlanjutan akibat faktor lingkungan. Ketiga, peningkatan variasi menu berbasis pangan lokal untuk meningkatkan daya terima dan nafsu makan anak. Temuan ini menegaskan bahwa kader telah bertransformasi dari pelaksana teknis menjadi agen perubahan sosial yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi penanganan stunting lebih efektif jika memberikan ruang bagi inovasi partisipatif yang sesuai dengan konteks lokal, serta merekomendasikan adanya dukungan fasilitas dan dana operasional yang lebih memadai untuk keberlanjutan program.
Description
Validasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
