Pengaruh Konsumsi Kopi Robusta Tubruk dan Kopi Robusta Jagung terhadap Perubahan Kadar Trigliserida pada Dewasa Muda

dc.contributor.authorNona Bintania Nurrahma
dc.date.accessioned2026-09-17T08:37:43Z
dc.date.issued2024-12-01
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Ratna 17 September 2026
dc.description.abstractKopi merupakan salah satu minuman yang populer di dunia termasuk di Indonesia. Berdasarkan data International Coffee Organization tahun 2023, konsumsi kopi di Indonesia meningkat sebesar 18,2% dibandingkan tahun 2022. Peningkatan konsumsi ini juga diiringi oleh peningkatan produksi kopi sebesar 2,4% dengan total produksi mencapai 12 juta kantong. Umumnya penikmat kopi di Indonesia lebih sering menikmati kopi tubruk yang diseduh hanya dengan air panas. Akan tetapi, terdapat pula penikmat kopi yang mengolah dan meracik kopi dengan dicampur bersama bahan baku nabati lainnya. Kopi robusta jagung adalah salah satu bentuk campuran antara kopi robusta dan jagung yang telah dikenal sejak masa penjajahan. Kopi robusta dan jagung masing-masing memiliki kandungan bioaktif dengan antioksidan yang cukup tinggi, seperti kafein, asam klorogenat, asam ferulat, dan flavonoid. Penambahan jagung pada kopi robusta dapat memberikan efek antioksidan yang lebih kuat karena kandungan asam ferulat dan kandungan antioksidan lainnya yang berpotensi menurunkan kadar trigliserida dengan cara menghambat pembentukan asam lemak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek konsumsi kopi robusta tubruk dan kopi robusta jagung terhadap perubahan kadar trigliserida pada dewasa muda. Penelitian ini menggunakan desain non-randomized parallel clinical trial dengan pretest dan posttest yang melibatkan 50 subjek penelitian dewasa muda berusia 18-25 tahun yang memenuhi kriteria inklusi yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok yang mengonsumsi kopi robusta tubruk sebanyak 10 gram dan kelompok yang mengonsumsi racikan kopi robusta jagung sebanyak 20 gram selama 14 hari. Variabel bebas adalah jenis pemberian kopi (kopi robusta tubruk dan kopi robusta jagung), sedangkan variabel terikat berupa kadar trigliserida subjek penelitian. Pengukuran kadar trigliserida menggunakan metode enzimatik kolorimetri GPO-PAP. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Beberapa subjek tidak dapat dilibatkan dalam analisis data karena memenuhi kriteria drop out, sehingga jumlah subjek penelitian mengalami pengurangan menjadi 44 orang dengan proporsi jenis kelamin seimbang di kedua kelompok. Uji normalitas hasil pengukuran kadar trigliserida pada kedua kelompok dengan uji Shapiro Wilk menunjukkan data tidak terdistribusi normal. Hasil uji Wilcoxon signed-rank pada kelompok kopi robusta tubruk dan kopi robusta jagung masing-masing diperoleh nilai p>0,05 yang menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan pada kadar trigliserida sebelum dan sesudah perlakuan. Uji Mann Whitney U juga dilakukan untuk membandingkan secara independen posttest kedua kelompok. Hasil uji Mann Whitney U diperoleh nilai p>0,05 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kopi robusta tubruk dengan kopi robusta jagung.
dc.description.sponsorshipdr. Zahrah Febianti, M.Biomed. dr. Cholis Abrori, M.Kes.,M.Pd.Ked.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14994
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKopi Robusta Tubruk
dc.subjectKopi Robusta Jagung
dc.subjectKadar Trigliserida
dc.titlePengaruh Konsumsi Kopi Robusta Tubruk dan Kopi Robusta Jagung terhadap Perubahan Kadar Trigliserida pada Dewasa Muda
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
NONA BINTANIA NURRAHMA - 212010101026.pdf
Size:
2.37 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: