Perencanaan Penanganan Batuan PAF dan NAF Untuk Mencegah Terjadinya Air Asam Tambang di Pertambangan Batubara
| dc.contributor.author | Miftarizky Putri Hardiyanti | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-02T02:50:22Z | |
| dc.date.issued | 2024-01-20 | |
| dc.description | Reupload file repositori 02 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Reklamasi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan setelah kegiatan pertambangan selesai dilakukan. Faktanya dilapangan masih banyak perusahaan tambang yang belum berhasil melaksanakan reklamasi seperti meninggalkan lubang lubang bekas kegiatan penambangan. Lubang lubang bekas tambang tersebut dapat berakibat terbentuknya Air Asam Tambang (AAT). AAT apabila dibiarkan begitu saja dapat mencemari lingkungan sehingga berbahaya untuk makhluk hidup. AAT juga dapat terbentuk melalui area timbunan yang tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat terjadi karena adanya potensi batuan yang dapat menimbulkan asam yang teroksidasi oleh air dan udara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis batuan Potentially Acid Forming (PAF) dan Non Acid Forming (NAF) dengan melakukan penataan desain area timbunan yang tepat. Desain area timbunan yang tepat dapat mencegah terbentuknya AAT dengan cara menutup batuan PAF menggunakan batuan NAF. Penelitian ini dilakukan dengan menguji sampel batuan yang diperoleh dari lubang bor dengan metode pengujian XRD dan pengujian NAG. Pengujian XRD dilakukan menggunakan sinar X, metode ini dilakukan dengan tujuan mengetahui komposisi mineral apa saja yang terdapat pada sampel batuan tersebut. Pengujian NAG dilakukan dengan menambahkan Hidrogen Peroksida pada sampel batuan, metode ini dilakukan untuk mengatahui pH dari sampel batuan tersebut sehingga didapatkan hasil berupa nama lubang bor, nama sampel, kedalaman sampel, lokasi sampel dan pH batuan. Hasil yang telah diperoleh tersebut kemudian dilakukan untuk menganalisis masing masing volume batuan PAF dan NAF, yang kemudian digunakan untuk mendesain area timbunan sesuai dengan volume material tersebut. Desain area timbunan yang dibuat terdapat tiga macam tipe yaitu tipe 01, 02, dan 03. Berdasarkan tiga tipe area timbunan tersebut selanjutnya diambil garis sayatan penampang untuk menghitung nilai faktor keamanannya. Tipe desain area timbunan tipe 01 ini menimbun batuan PAF menggunakan material NAF yang dipadatkan diatasnya minimal 2 meter, lalu ditimbun menggunakan material NAF yang tidak dipadatkan dengan minimal tinggi 2 meter. Tipe ini memiliki kapasitas volume 14.173.465 m3 dengan luas 521.100 m2 dengan nilai faktor keamanan lereng 1,661. Tipe area timbunann 02 merupakan tipe yang menimbun batuan PAF menggunkan tanah liat yang dipadatkan minimal satu meter diatasnya, lalu ditimbun dengan material NAF minimal 2 meter diatasnya. Tipe 02 ini memiliki kapasitas volume 15.176.453 m3 dan luas 656.400 m2 dengan faktor keamanan lereng 2,831. Tipe 03 ini menimbun batuan PAF menggunakan material NAF yang tidak dipadatkan minimal 10 meter, tipe ini memiliki kapasitas volueme 15.244.902m3 dan luas 754.200m2 dengan nilai faktor keamanan 2,961. Desain area timbunan yang sesuai untuk diterapkan di lokasi penelitian adalah tipe 02, karena tipe ini mempunyai luas wilayah yang tidak terlalu luas namun cukup untuk menampung material yang akan dipindahkan. Selain itu dibandingkan dengan dua tipe timbunan lainnya, desain area timbunan 02 letaknya paling dekat dengan pit serta adanya pemadatan material tanah liat pada tipe timbunan 02 yang mana membantu air dan oksigen sulit masuk dan mengoksidasi material PAF. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ir. Fanteri Aji Dharma Suparno, S.T., M.S. DPA: Haeruddin S.Si., M.T. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/924 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Air Asam Tambang | |
| dc.title | Perencanaan Penanganan Batuan PAF dan NAF Untuk Mencegah Terjadinya Air Asam Tambang di Pertambangan Batubara | |
| dc.type | Other |
