Pengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Terhadap Struktur Histologi Femur Mencit (Mus musculus L.) Strain DDY Orkidektomi

dc.contributor.authorSiti Nafi’atul Muta’alimah
dc.date.accessioned2026-02-06T03:30:11Z
dc.date.issued2024-07-10
dc.descriptionReupload file Repositori 6 Februari 2026_Kholif/Keysa
dc.description.abstractTulang merupakan jaringan hidup yang bersifat dinamis dan mengalami remodeling sepanjang hidup. Remodeling tulang banyak dijumpai pada tulang panjang, salah satunya pada femur. Remodeling dilakukan untuk mempertahankan densitas tulang dengan melibatkan osteoblas untuk proses formasi (pembentukan tulang) dan osteoklas untuk proses resorpsi (penyerapan tulang), sehingga diperlukan interaksi antara kedua sel tersebut. Remodeling tulang melibatkan 30% hormon testosteron dan 70% hormon estrogen. Ketidakseimbangan remodeling tulang ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada tulang, salah satunya yaitu osteoporosis. Salah satu upaya untuk mengurangi efek osteoporosis pada kondisi defisiensi testosteron yaitu menggunakan fitoestrogen. Salah satu jenis fitoestrogen yaitu isoflavon dari tempe kedelai yang mengandung genistein, deidzein dan glicytein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ekstrak tempe kedelai terhadap struktur histologi femur mencit (Mus musculus L.) strain DDY orkidektomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan hewan uji berupa mencit (Mus musculus L.) jantan strain DDY sebanyak 24 ekor. Hewan uji dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (mencit dibedah tanpa orkidektomi, dengan pemberian minyak jagung), kelompok kontrol positif (mencit orkidektomi bilateral, dengan pemberian minyak jagung), kelompok perlakuan D1 dan D2 diorkidektomi bilateral dilanjutkan dengan pemberian ekstrak tempe kedelai dengan dosis 0,6 g/ml/hari dan dosis 1,2 g/ml/hari. Sebelum pemberian ekstrak tempe, mencit diorkidektomi dan melalui masa penyembuhan selama 30 hari. Pemberian ekstrak tempe kedelai dilakukan setiap hari selama 15 hari secara gavage setelah masa penyembuhan 30 hari. Satu hari setelah pemberian ekstrak tempe terakhir, mencit dibius dan dibedah untuk pengambilan femur. Selanjutnya dilakukan pembuatan preparat histologi femur metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter yang diamati meliputi perhitungan jumlah osteoblas, jumlah osteoklas dan pengukuran ketebalan trabekula pada preparat histologi femur mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orkidektomi dapat menyebabkan penurunan jumlah osteoblas, peningkatan jumlah osteoklas, dan ketebalan trabekula semakin menipis. Hal ini disebabkan karena orkidektomi dapat menyebabkan proliferasi dan diferensiasi osteoklas meningkat sehingga meningkatkan resorpsi tulang. Pemberian ekstrak tempe kedelai meningkatkan jumlah osteoblas, menurunkan jumlah osteoklas, dan meningkatkan ketebalan trabekula. Hal ini disebabkan karena isoflavon pada ekstrak tempe kedelai dapat merangsang proliferasi dan diferensiasi osteoblas. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak tempe kedelai kelompok D1 (0,6 g/ml/hari) merupakan dosis paling efektif untuk memperbaiki struktur histologi femur mencit (Mus musculus L.) strain DDY orkidektomi bilateral.
dc.description.sponsorshipDPU : Susantin Fajariyah, M.Si. DPA : Eva Tyas Utami S.Si., M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2016
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectkedelai
dc.subjectNATURAL SCIENCES::Physics::Condensed matter physics::Low temperature physics
dc.subjectorkidektomi
dc.subjecttulang paha
dc.subjecttikus
dc.titlePengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Terhadap Struktur Histologi Femur Mencit (Mus musculus L.) Strain DDY Orkidektomi
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SITI NAFI'ATUL MUTA'ALIMAH - 201810401050.pdf
Size:
300.44 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: