Fluktuasi Populasi Lalat Buah (Bactrocera Spp.) pada Pertanaman Jambu Kristal (Psidium Guajava L.) di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi
| dc.contributor.author | Bagus Sujatmiko | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-28T04:20:24Z | |
| dc.date.issued | 2024-01-28 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 28 Jan 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Jambu kristal (Psidium guajava L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat banyak dijumpai di Indonesia. Jambu kristal pada saat ini merupakan salah satu tanaman tropis yang sangat banyak diminati oleh banyak kalangan karena rasanya yang renyah dan manis (Mahendra dkk, 2017). Produksi buah jambu biji di Indonesia sendiri yaitu 230.697 ton tahun 2018, 239.407 ton tahun 2019, dan 422.491 ton tahun 2021 (BPS, 2020; BPS, 2021). Permintaan atau kebutuhan buah jambu kristal cukup tinggi yaitu 50 kg/hari berdasarkan studi kasus di UD XX Yogyakarta (Firanti dkk, 2018). Tanaman jambu kristal banyak dibudidayakan karena potensial jika dijadikan suatu usaha (Datundungon dkk, 2020). Kabupaten Banyuwangi salah satu daerah yang banyak membudiyakan jambu kristal, keuntungan dan saluran pemasarannya yang sangat baik dan mudah seperti studi kasus yang ada di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi (Prasetyo dan Agus,2021). Produksi jambu kristal di Banyuwangi mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya dari tahun 2016 sampai 2019. Pada tahun 2016 produksi jambu kristal di Banyuwangi mencapai 1.858,4 ton pada tahun 2017 mengalami penurunan produksi menjadi 1.659,5 ton pada tahun 2018 mengalami kenaikan kembali menjadi 2.980,6 ton dan pada tahun 2019 produksi jambu kristal menurun menjadi 2405 ton. Salah satu central dari jambu kristal yang ada di Banyuwangi yaitu di Kecamatan Cluring. Produksi jambu biji pada Kecamatan Cluring sendiri berkisar 90.150 kuintal/Ha pada tahun 2022 (BPS, 2022). Desa Tamanagung merupakan salah satu tempat di Kecamatan Cluring yang banyak membudidayakan tanaman hortikultura. Luas lahan tanaman jambu kristal yang produktif di Desa Tamanagung yaitu 5.504,316 Ha dengan produksi 1.192,627 kuintal/tahun, dan rasio produktivitasnya sebesar 216,67 kuintal/Ha (Saputra dkk, 2022). Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi jambu kristal yaitu OPT Organisme pengganggu Tanaman. OPT utama pada jambu kristal yaitu lalat buah (Bactrocera spp) yang banyak ditemui pada lahan. Lalat buah (Bactrocera spp) merupakan hama yang biasa menyerang pada tanaman hortikultura baik buah ataupun sayur-sayuran seperti cabai, jambu, jeruk dan kubis. Terdapat lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura yang diduga menjadi inang dari lalat buah termasuk juga jambu kristal. Kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh lalat buah dapat menyebabkan kerugian baik secara kualitatif ataupun kuantitatif. Intensitas serangan lalat buah berkisar 30-70% pada pertanaman belimbing di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku (Sahetapy dkk, 2019). Dampak serangan lalat buah ini dapat mengakibatkan kehilangan hasil sampai 100% pada tanaman jambu biji (Farida dan Agus, 2018). Terdapat beberapa bentuk pengendalian terhadap lalat buah pada tanaman jambu kristal seperti fruit cover dan pestisida. Penggunaan fruit cover membutuhkan biaya yang lebih banyak tenaga dan biaya jika dibandingkan menggunakan pestisida. Sedangkan penggunaan pestisida sintetis pada buah dinilai kurang efektif karena larva lalat buah berada didalam jaringan buah serta meninggalkan residu dan menurunkan populasi parasitoid (Parameswara dan Slamet, 2019). Sedangkan larva alat buah berada didalam jaringan buah, sehingga larva tidak akan mati jika dsemprot pestisida dan malah akan membunuh atau mengurangi populasi dari parasitoid. Dinamika populasi merupakan naik turunnya populasi atau jumlah dari spesies pada habitatnya akibat faktor biotik maupun abiotik. Informasi mengenai dinamika lalat buah pada suatu wilayah perlu diketahui guna antisipasi pengendalian pada tanaman. Dinamika populasi lalat buah memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi seperti makanan/inang, musuh alami, suhu/iklim, dan keragaman vegetasi. Keanekaragaman lalat buah pada pertanaman jambu kristal di Kabupaten Banyuwangi perlu diidentifikasi. Informasi mengenai populasi lalat buah pada areal produksi jambu kristal bermanfaat dalam perencanaan dan tindakan monitoring agar pengendalian yang dilakukan menjadi efektif dan efisien. Selain itu informasi mengenai populasi lalat buah perlu diketahui untuk mengantisipasi ledakan hama di areal produksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman jambu kristal di Kabupaten Banyuwangi. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/581 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Lalat Buah | |
| dc.subject | Jambu Kristal | |
| dc.subject | SOCIAL SCIENCES::Statistics, computer and systems science::Statistics::Biostatistics | |
| dc.title | Fluktuasi Populasi Lalat Buah (Bactrocera Spp.) pada Pertanaman Jambu Kristal (Psidium Guajava L.) di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi | |
| dc.type | Other |
