Stereotipe Raymundus Rikang terhadap Program Makan Bergizi Gratis dalam Siniar Bocor Alus Politik: Analisis Wacana Kritis

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Segala informasi, ide atau gagasan, maksud, dan tujuan seseorang dapat direpresentasikan melalui bahasa untuk membentuk sebuah wacana yang dapat memengaruhi pandangan publik, mempertahankan kekuasaan, bahkan mencerminkan sebuah ideologi. Salah satu profesi yang melekat dengan penggunaan bahasa adalah jurnalis. Strategi pembentukan wacana oleh seorang jurnalis tidak terlepas dari pemilihan kata, frasa, kalimat, dan gaya bahasa yang digunakan saat berbicara dan menulis. Salah satu jurnalis investigasi yang dikenal tajam dan mendalam yakni Raymundus Rikang. Ia memiliki reputasi dalam menginvestigasi skandal atau isu penting dan kontroversial. Ia juga menjadi pembicara dari isu Program Makan Bergizi Gratis dalam Siniar Bocor Alus Politik yang merupakan salah satu program digital Media Tempo. Namun saat memaparkan fakta-fakta tersebut, ia menyelipkan beberapa kata yang merepresentasikan pandangan pribadi yang tidak lagi sesuai dengan prinsip jurnalistik. Hal ini menarik diteliti menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk sehingga menghasilkan rumusan masalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah stereotipe Raymundus Rikang ditinjau dari dimensi teks dalam Siniar Bocor Alus Politik? (2) bagaimanakah stereotipe Raymundus Rikang ditinjau dari dimensi kognisi sosial dalam Siniar Bocor Alus Politik? (3) bagaimanakah stereotipe Raymundus Rikang ditinjau dari dimensi konteks sosial dalam Siniar Bocor Alus Politik? Penelitian ini mengkaji tuturan yang berupa kata, frasa, dan kalimat dari Raymundus Rikang. Rancangan penelitian ini yaitu penelitian kualitatif Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Sumber data dari penelitian ini adalah tayangan video Siniar Bocor Alus Politik yang berjudul “Kroni Prabowo dalam Proyek Makan Bergizi Gratis” di YouTube. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini ialah teknik dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Taun A. van Dijk. Hasil dari penelitian ini ialah stereotipe Raymundus Rikang yang ditinjau melalui dimensi teks, dimensi kognisi sosial, dan dimensi konteks sosial. Ditinjau melalui dimensi teks bagian struktur makro, wacana tersebut mengandung sebuah topik yakni adanya dugaan konflik kepentingan yang dilakukan oleh kerabat dekat Presiden Prabowo dalam Program Makan Bergizi Gratis. Selanjutnya, ditinjau melalui dimensi teks bagian superstruktur, wacana Raymundus Rikang dikonstruksi secara runtut sesuai dengan judul siniar yang meliputi pendahuluan, isi, dan penutup sesuai dengan topik yang dibahas. Selain itu, ditinjau melalui struktur mikro, stereotipe Raymundus Rikang mengandung aspek Semantik yang terdiri dari elemen latar, detil, maksud, dan praanggapan, kemudian aspek Sintaksis yang merujuk pada koherensi di setiap tuturan kalimat guna mempertegas topik yang dibicarakan, lalu aspek Stilistik yang merujuk pada pemilihan diksi yang kritis, serta aspek Retoris yang merujuk pada metafora sebagai simbol negatif terhadap MBG. Selain itu, dilihat melalui dimensi kognisi sosial, stereotipe Raymundus Rikang termasuk ke dalam skema peran. Melalui dimensi ini, ditemukan juga strategi generalisasi negatif yang digunakan oleh Raymundus Rikang, sebab ia memposisikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang perlu mengkritik program pemerintah dan juga ia berada dalam naungan media Tempo yang merupakan salah satu media yang kritis terhadap pemerintah. Oleh karenanya, tuturan yang keluar sepanjang siniar juga dipengaruhi oleh ideologi dan sifat media Tempo. Ditinjau melalui dimensi konteks sosial, Raymundus Rikang memanfaatkan kedudukan dan aksesnya sebagai seorang jurnalis investigasi di Media Tempo untuk meyakinkan dan mengontrol opini masyarakat banyak agar percaya dengan stereotipe yang disampaikan. Penelitian ini memiliki beberapa saran yang perlu disampaikan kepada beberapa pihak, yakni (1) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, disarankan penelitian ini dijadikan sebagai referensi mata kuliah Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk, (2) peneliti di bidang ilmu yang sama, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan cara menganalisis bagian dimensi kognisi sosial pada ranah ideologi dari seorang Raymundus Rikang.

Description

Finalisasi oleh Taufik 13 Mei 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By