Peran Fasilitator Dalam Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pengurangan Risiko Bencana Melalui Destana Di Desa Tegalrejo

dc.contributor.authorMaulidya Dwi A.
dc.date.accessioned2026-03-12T02:06:06Z
dc.date.issued2016-09-01
dc.descriptionReupload File Repositori 2016 September 1_Kurnadi
dc.description.abstractIndonesia adalah termasuk negara yang rawan bencana mulai dari bencana tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki potensi bencana salah satunya adalah kabupaten Lumajang. Hal tersebut dikarenakan wilayah Indonesia berupa sebuah zona pertemuan lempeng bumi dan dikelilingi oleh gunung berapi yang mengepung cekungan Samudera Pasifik sehingga sangat rawan terjadi bencana Menurut Perka BNPB no 12 tahun 2004, dalam menangani sebuah bencana dibutuhkan adanya kerjasama antara pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat. Dari tiga pilar tersebut harus saling bekerjasama dalam penanggulangan bencana karena hal ini menjadi tanggung jawab bersama. Setiap tiga pilar ini memiliki perannya masing-masing. Pemerintah memiliki peran salah satunya membuat atau memberikan pemanduan untuk pengurangan risiko bencana degan mengadakan atau membuat program seperti program Desa Tangguh Bencana. Di Lumajang terdapat tiga bentukan Desa Tangguh Bencana yang difokuskan untuk bencana tsunami. Ketiga desa yang terpilih adalah Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir, dan Desa Tegalrejo Kecamatan Tempursari. Ketiga desa pesisir selatan Lumajang ini ditunjuk atas rekomendasi BPBD Kabupaten Lumajang. Desa Tegalrejo dijadikan salah satu desa rawan bencana tsunami dikarenakan salah satu dusunnya yaitu Tegalbanteng berdekatan dengan pantai bulu yang hanya berjarak ratusan meter dari pemukiman masyarakat. meskipun tempat tinggal mereka dekat pantai tetapi mereka tidak mengetahui mekanisme untuk mengurangi dampak apabila bencana tsunami itu datang maka desa tangguh bencana ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengerti bencana itu sendiri dan membantu mengetahui tahap-tahap yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko bencana tsunami. Jenis penelitian menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif, dengan mendiskripsikan data yang diperoleh di lapangan yang berkaitan dengan Peran Fasilitator Untuk Membangun Partisipasi Masyarakat Dalam Pengurangan Risiko Bencana Di Desa Tegalrejo Kabupaten Lumajang. Untuk penentuan informan menggunakan purposive. Untuk pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian pada Desa Tegalrejo menunjukan bagaimana fasilitator menumbuhkan partisipasi masyarakat, hal ini terlihat dari mengumpulkan masyarakat menjadi kelompok kerja dan kemudian mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan pengurangan risiko bencana meliputi pengkajian ancaman bencana, pembuatan peta bencana, sosialisasi, rencana aksi komunitas, peringatan dini, sampai dengan simulasi. Selain itu partisipasi masyarakat juga membuat perubahan dalam cara pandang masyarakat terhadap bencana, mereka menjadi lebih sadar dan dapat mengetahui upaya-upaya untuk pencegahan dari bencana yang bisa terjadi di Desa Tegalrejo.
dc.description.sponsorshipDPU : Drs. Joko Mulyono, M.Si
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5203
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectFasilitator
dc.subjectPartisipasi
dc.titlePeran Fasilitator Dalam Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat Untuk Pengurangan Risiko Bencana Melalui Destana Di Desa Tegalrejo
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Maulidya Dwi A. - 120910302030.pdf
Size:
2.89 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: