Hubungan Food Handling dengan Kejadian Toksoplasmosis pada Ibu Hamil di Kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Emir Zarwaril Akbar | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-16T07:43:01Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-16 | |
| dc.description | Finalisasi_Maya_16 Juni 2026 | |
| dc.description.abstract | Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebutkan bahwa Kabupaten Jember selalu menempati peringkat 3 besar untuk AKB dalam rentang waktu tahun 2012 – 2016. Hal itu menunjukkan bahwa masih banyak masalah kesehatan yang terjadi di Kabupaten Jember. Beberapa penyebab tingginya AKB menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) adalah prematuritas, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), dan kelainan kongenital. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jember pada tahun 2023, jumlah bayi dengan BBLR meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 2.035 bayi. Toksoplasmosis pada bayi bisa mengakibatkan BBLR dan kelainan kongenital. Toksoplasmosis adalah penyakit yang banyak menyerang manusia dan disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toksoplasmosis yang tejadi pada ibu hamil dapat menyebabkan janin yang berada di dalam kandungan mengalami kelahiran prematur hingga BBLR. Food handling memiliki peranan penting dalam penyebaran tersebut. Air, sayuran, buah, daging, dan susu yang tidak diolah dengan benar atau dengan food handling yang buruk dapat menyebabkan penularan toksoplasmosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan food handling dengan kejadian toksoplasmosis pada ibu hamil di Kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari Kabupaten Jember. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional melalui uji laboratorium. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari yang merupakan 3 kecamatan kota dan jumlah BBLR yang cukup tinggi di tahun 2023. Jumlah responden 46 orang didapatkan melalui metode purposive sampling dan quota sampling. Pengambilan data faktor risiko food handling dilakukan melalui kuesioner dan kejadian toksoplasmosis melalui sampel darah. Subyek penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi diberikan informed consent dan diambil darahnya untuk diperiksa IgM T. gondii. Analisis univariat dilakukan secara deskriptif sedangkan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas responden tidak pernah mengonsumsi daging mentah/setengah matang (87%), tidak pernah mengonsumsi susu segar (65,2%), tidak pernah mengonsumsi air mentah (76,1%), pernah mengonsumsi sayur tidak dicuci (65,2%), dan tidak pernah mengonsumsi buah yang tidak dicuci bersih (56,5%). Hasil dari pemeriksaan ELISA didapatkan 78,3% | |
| dc.description.sponsorship | Dosen pembimbing utama : dr. Bagus Hermansyah,M.Biomed. Dosen pembimbing Anggota : dr. Sheilla Rachmania, M.Biotek | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9019 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Toxoplasmosis | |
| dc.subject | IgM | |
| dc.title | Hubungan Food Handling dengan Kejadian Toksoplasmosis pada Ibu Hamil di Kecamatan Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
