Analisis Risiko Rantai Pasok Industri Pengalengan Ikan dengan Pendekatan House of Risk (Studi Kasus: CV Indo Jaya Pratama)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Industri pengalengan ikan merupakan salah satu sektor agroindustri yang memiliki rantai pasok yang kompleks karena melibatkan berbagai pelaku, mulai dari nelayan, pengepul atau pemasok, perusahaan pengolahan, distributor, hingga konsumen. Karakteristik bahan baku ikan lemuru yang bersifat musiman, mudah rusak (perishable), dan dipengaruhi kondisi cuaca menyebabkan aktivitas rantai pasok rentan terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu kelancaran produksi dan distribusi. Risiko tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan pasokan bahan baku, penurunan mutu ikan, terganggunya proses produksi, serta keterlambatan distribusi produk sehingga diperlukan pengelolaan risiko yang tepat. Penelitian ini dilakukan di CV. Indo Jaya Pratama, Banyuwangi, dengan tujuan mengidentifikasi risk event dan risk agent, mengukur serta menentukan prioritas risiko, dan menyusun strategi mitigasi risiko rantai pasok. Aktivitas rantai pasok dipetakan menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR), sedangkan analisis risiko dilakukan menggunakan metode House of Risk (HOR) fase 1 dan fase 2. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada tiga pakar, yaitu Kepala Produksi, Kepala Quality Control (QC), dan Kepala Gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek pemasok teridentifikasi 12 risk event dan 19 risk agent, pada aspek pabrik 18 risk event dan 25 risk agent, serta pada aspek distributor 11 risk event dan 15 risk agent. Berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP), sumber risiko prioritas pada aspek pemasok adalah standar kualitas pemasok yang tidak seragam, pada aspek pabrik adalah pengawasan mutu pada proses awal yang kurang ketat, dan pada aspek distributor adalah koordinasi distribusi yang kurang efektif. Strategi mitigasi disusun menggunakan House of Risk fase 2 berdasarkan nilai Effectiveness to Difficulty Ratio (ETD). Strategi prioritas pada aspek pemasok meliputi penyusunan standar mutu bahan baku yang seragam, evaluasi kinerja pemasok, dan peningkatan koordinasi antara perusahaan dengan pemasok. Pada aspek pabrik, strategi difokuskan pada koordinasi antara bagian produksi dan pengadaan, penguatan pengendalian mutu, serta penerapan prosedur operasional secara konsisten. Pada aspek distributor, strategi diarahkan pada peningkatan koordinasi distribusi, komunikasi, dan pemantauan pengiriman produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SCOR dan House of Risk mampu mengidentifikasi sumber risiko dominan serta menentukan prioritas strategi mitigasi yang efektif. Penerapan strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontinuitas pasokan bahan baku, menjaga kelancaran proses produksi dan distribusi, serta mendukung peningkatan kinerja rantai pasok di CV. Indo Jaya Pratama. Selain memberikan manfaat praktis bagi perusahaan, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai manajemen risiko rantai pasok pada industri pengolahan hasil perikanan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri
