Penilaian Faktor Risiko Karies Gigi Terhadap Kualitas Hidup Lansia di Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
penelitian ini adalah cluster sampling (Sugiyono, 2017). Rumus perhitungan besar sampel penelitian menggunakan rumus Lemeshow (1990). Total responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 168 responden, dengan 56 responden di tiap kecamatan. Alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah gadget (handphone, laptop atau komputer), lembar kertas kuesioner, dan kuesioner online. Metode yang dilakukan adalah melakukan analisis data secara statistik menggunakan uji korelasi non parametrik Spearmen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa kuesioner. Risiko karies gigi menggunakan kuesioner berdasarkan indeks karies, faktor risiko karies, dan faktor proteksi gigi menurut CAMBRA (Caries Management by Risk Assessment). Sedangkan Kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan gigi juga menggunakan kuesionerberdasarkan OHIP- 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden pralansia (45-59 tahun) dan lansia (60 tahun keatas) adalah perempuan. Responden kelompok pralansia memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lansia. Selain itu, kelompok lansia dan pralansia memiliki risiko karies sedang. Jika dilihat dari segi kualitas hidup, maka kelompok lansia sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pralansia. Hasil analisis data menggunakan program SPSS 26 dengan analisis korelasi spearman menunjukkan korelasi sebesar -0,214(**) yang didefinisikan memiliki hubungan kuat dalam arah negatif. Koefisien korelasi yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko karies seseorang, maka semakin rendah kualitas hidupnya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin tinggi ix risiko karies yang diderita oleh kelompok pra-lansia dan lansia, maka semakin rendah kualitas hidup lansia
Description
Reaploud Repository February_Hasyim
