Karakterisasi Proksimat dan Metabolit Sekunder pada Berbagai Varietas Daun Ubi Jalar yang Ditanam di Pasrujambe, Kabupaten Lumajang

Abstract

Daun ubi jalar merupakan salah satu bagian tanaman yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber makanan fungsional berkat nilai gizinya serta metabolit sekundernya yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Komposisi senyawa-senyawa ini dapat bervariasi antardivarietas; oleh karena itu, karakterisasi diperlukan untuk menentukan potensi masing-masing varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi komposisi proksimat, termasuk kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat berdasarkan selisih, dan kadar serat kasar, serta metabolit sekunder, termasuk klorofil, polifenol, flavonoid, vitamin C, dan aktivitas antioksidan pada enam varietas daun ubi jalar (Beta 2, Papua Solossa, Sari, Gatot Kaca, Asban, dan Bima Pasru) yang dibudidayakan di Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis laboratorium dengan menerapkan metode AOAC untuk analisis proksimat, spektrofotometri UV-Visible untuk penentuan klorofil, metode kolorimetri Folin–Ciocalteu untuk analisis polifenol, metode kompleksasi aluminium klorida (AlCl₃) untuk analisis flavonoid, metode titrasi iodometri untuk penentuan vitamin C, dan metode DPPH untuk analisis aktivitas antioksidan. Data uji dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dengan menghitung nilai rata-rata, simpangan baku, dan Simpangan Baku Relatif (RSD), kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam varietas daun ubi jalar tersebut memiliki karakteristik proksimat dan kandungan metabolit sekunder yang berbeda-beda. Varietas Beta 2 memiliki kandungan klorofil tertinggi, sedangkan varietas Papua Solossa menunjukkan kandungan vitamin C dan polifenol tertinggi, serta aktivitas antioksidan terkuat, yang ditandai dengan nilai IC₅₀ yang lebih rendah dibandingkan dengan varietas lainnya. Perbedaan komposisi nutrisi dan senyawa bioaktif ini menunjukkan bahwa setiap varietas daun ubi jalar memiliki potensi yang berbeda-beda untuk dikembangkan sebagai sumber nutrisi dan bahan baku pangan fungsional.

Description

Finalisasi Maya_01 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By