Aktivasi Biochar dari Tempurung Kelapa Menggunakan Aktivator NaOH Untuk Adsorpsi Ion Nitrat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Biochar adalah material kaya karbon organik (C) yang dihasilkan melalui
pirolisis biomassa pada suhu tertentu di lingkungan kondisi oksigen terbatas. Proses
pirolisis yang sering digunakan yaitu pirolisis lambat dengan suhu (<400 oC)
dengan oksigen terbatas. Biomassa yang digunakan untuk membuat biochar pada
penelitian ini adalah tempurung kelapa dari CV. Medipety Nusantara. Tempurung
kelapa digunakan karena memiliki kandungan selulosa 17,89 %, hemiselulosa
56,26 %, dan lignin 25,82 %. Pirolisis tempurung kelapa dilakukan pada suhu
<400oC selama 6 jam. Biochar dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah dan
sebagai adsorben. Pada pengaplikasian sebagai adsorben, biochar memiliki
kemampuan yang kurang efektif disebabkan luas permukaan dan gugus aktifnya
yang terbatas. Cara untuk meningkatkan keefektifan biochar sebagai adsorben yaitu
dengan aktivasi. Biochar dapat diaktivasi secara fisik maupun kimia.
Penelitian ini diawali dengan produksi biochar dengan pirolisis dan
dilanjutkan dengan proses aktivasi. Proses pirolisis dilakukan dengan
menggunakan metode pirolisis lambat pada suhu 280-400℃ selama 6 jam. Biochar
yang telah diproduksi kemudian dilakukan analisis gugusnya menggunakan FTIR
dan dilanjutkan dengan proses aktivasi. Proses aktivasi dilakukan menggunakan
larutan NaOH variasi konsentrasi (0 M; 0,25 M; 0,5 M; 1 M dan 2 M) selama 12
jam. Biochar teraktivasi dianalisis FTIR pada rentang bilangan gelombang 400
4000 cm-1 untuk mengetahui gugusnya,dan dilanjutkan uji kadar air, kadar abu,
bilangan iodin. Biochar teraktivasi juga dilakukan uji adsorpsi ion nitrat dengan
menggunakan variasi waktu kontak dan variasi konsentrasi adsorbat sehingga bisa ditentukan model isotermal adsorpsinya. Hasil FTIR yang diperoleh ketika biomassa berhasil dikonversi menjadi
biochar ditunjukkan oleh menurunnya serapan gugus -OH pada bilangan
gelombang ~3343 cm-1, hilangnya gugus C-H alifatik, serta adanya kenaikan
serapan gugus C=C. Perubahan yang lain yaitu adanya vibrasi C-O yang berbeda
(~1032 cm-1 dan ~1232 cm-1) saling tumpang tindih menghasilkan satu puncak C
O yang melebar dan bergeser. Hasil FTIR pada biochar teraktivasi menunjukkan
bahwa proses aktivasi menyebabkan hilangnya gugus -OH. Konsentrasi aktivator
NaOH yang meningkat, menurunkan nilai kadar air, kadar abu dan menaikkan
bilangan iodin. Hasil optimum yang diperoleh dari setiap analisis yang dilakukan
yaitu pada biochar teraktivasi NaOH 1 M dengan nilai kadar air sebesar 0,96 %,
kadar abu 2,733 %, serta bilangan iodin 961,7 mg/g.
Studi adsorpsi dilakukan dengan menentukan waktu kontak kesetimbangan
dari masing-masing biochar teraktivasi yang mana untuk menentuan model
isotermal
adsorpsinya. Hasil menunjukkan waktu kontak dimulainya
kesetimbangan yang diperoleh pada masing-masing biochar yaitu 25 menit. Nilai
kapasitas adsorpsi (Qe) yang diperoleh pada masing-masing biochar teraktivasi
NaOH (0-2 M) berturut-turut yaitu 4,12 mg/g; 4,39 mg/g; 4,51 mg/g; 4,82 mg/g dan
4,64 mg/g. Hasil kapasitas adsorpsi (Qe) paling besar yaitu pada biochar teraktivasi
NaOH 1 M. Model isotermal yang dihasilkan dari setiap variasi konsentrasi
aktivator menunjukkan bahwa biochar teraktivasi mengikuti model isotermal
Freundlich. Model isotermal Freundlich menunjukkan bahwa nitrat membentuk
lapisan (multilayer) pada permukaan biochar pada saat adsorpsi terjadi.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026 maya/mita
