Model Komunikasi dalam Budidaya Sayuran Hidroponik di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sektor pertanian memiliki peranan strategis dalam pembangunan ekonomi
nasional Indonesia, termasuk komoditas hortikultura seperti tanaman sayur.
Budidaya hidroponik menjadi salah satu cara alternatif modern yang efisien dan
berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Desa Suci, Kecamatan
Panti, Kabupaten Jember merupakan wilayah yang cocok dalam budidaya sayuran
hidroponik karena kondisi geografisnya yang mendukung. Pemanfaatan lahan
pekarangan melalui metode hidroponik dilakukan oleh masyarakat setempat
sebagai bagian dari program Rumah Desa Sehat (RDS) untuk mendukung
ketahanan pangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program
tersebut merupakan kolaborasi dari beberapa pihak yang terlibat seperti anggota
PKK, BUMDes, Destana dan RDS. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan budidaya
hidroponik dipengaruhi oleh efektivitas model komunikasi yang digunakan. Model
komunikasi linier digunakan dalam proses penyampaian informasi secara satu arah
yang didapatkan melalui media internet. Sementara itu, model komunikasi
interaksional memungkinkan terjadinya dialog dua arah, pertukaran informasi, serta
umpan balik antara narasumber dan peserta pelatihan. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis model komunikasi dalam budidaya sayuran hidroponik. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif. Data dikumpulkan
melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi dengan informan
yang dipilih secara purposive method. Hasil penelitian dengan 2 model komunikasi
yang terdiri dari model komunikasi linier dan interaksional. Model komunikasi
linier (1) sumber yang memberikan infomasi yaitu YouTuber dan Penulis Blog
Artikel. (2) pesan yang disampaikan mengenai budidaya sayuran hidroponik. (3)
saluran yang digunakan melalui media internet. (4) penerima yang menerima pesan
adalah pengelola hidroponik. Model komunikasi interaksional dalam kegiatan
pelatihan budidaya hidroponik (1) sumber yang memberikan pesan yaitu
narasumber pelatihan. (2) pesan yang disampaikan mengenai budidaya sayuran
hidroponik. (3) saluran melalui media seperti visual, audio dan media nyata. (4)
penerima yang menerima pesan adalah peserta pelatihan (5) adanya feedback dari
keaktifan peserta dalam melakukan diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga efeknya
menjadikan budidaya hidroponik mengalami keberhasilan. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut bahwasannya budidaya sayuran hidroponik terdapat adanya 2
model yaitu linier melalui satu arah dan model interaksional.
Description
Reuploud Repository hasyim Mei 2026
Approved by Teddy
