Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kewirausahaan Bagi Warga Belajar Program Kesetaraan di Kabupaten Jember

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan pada warga belajar program kesetaraan di PKBM Al-Addian Kabupaten Jember dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan melalui teknik purposive area, sedangkan informan ditentukan menggunakan purposive sampling yang melibatkan satu instruktur pelatihan kewirausahaan sebagai informan kunci dan dua warga belajar Paket C sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan dilaksanakan secara bertahap melalui tiga tahapan, yaitu tahap penyadaran dengan menumbuhkan kesadaran warga belajar terhadap potensi diri dan peluang usaha, tahap penguatan kapasitas (capacity building) melalui pemberian pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktik kewirausahaan, dan tahap pengembangan kemandirian yang diarahkan pada peningkatan kemampuan warga belajar dalam merencanakan, mengelola, serta mengembangkan usaha secara mandiri. Ketiga tahapan tersebut diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran program kesetaraan melalui pelatihan kewirausahaan yang mencakup pengenalan konsep kewirausahaan, identifikasi potensi lokal, penyusunan business plan, praktik pembuatan produk, penerapan strategi pemasaran, serta pendampingan usaha. Implementasi proses pemberdayaan tersebut menghasilkan dua temuan utama, yaitu meningkatnya keberdayaan dan pengetahuan kewirausahaan warga belajar serta terwujudnya integrasi pemberdayaan dalam program kesetaraan yang menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan kapasitas dan kemandirian ekonomi. Integrasi tersebut meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, kreativitas, dan kemandirian warga belajar dalam memanfaatkan peluang usaha. Dengan demikian, pendidikan kesetaraan berfungsi sebagai layanan pendidikan alternatif sekaligus instrumen pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi warga belajar secara berkelanjutan.

Description

Finalisasi oleh agus 3 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By