Analisis Potensi Kebangkrutan Perusahaan Penyiaran yang Mengoperasikan Stasiun Televisi Dengan Jangkauan Nasional dan Terdaftar di BEI dengan Model Altman Z-Score
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Abstract
Stasiun televisi berfokus pada penyediaan konten hiburan dan sarana
informasi untuk masyarakat sebagai kegiatan operasionalnya. Seiring
perkembangan zaman, mulai bermunculan platform digital seperti YouTube dan
Netflix yang dapat menggantikan televisi, sehingga hal tersebut dapat menjadi
ancaman bagi stasiun televisi. Fenomena tersebut mulai tidak bisa diabaikan ketika
pada 2025 bermunculan berita sejumlah stasiun televisi melakukan PHK massal
terhadap karyawannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi
kebangkrutan perusahaan penyiaran yang mengoperasikan televisi dengan
jangkauan nasional dan terdaftar di BEI dengan Model Altman Z-Score.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan
perusahaan penyiaran yang terdapat pada BEI pada periode 2020-2025, sehingga
terdapat 4 perusahaan yang dapat diteliti yaitu PT Surya Citra Media Tbk, PT Media
Nusantara Citra Tbk, PT Visi Media Asia Tbk, dan PT Intermedia Capital Tbk.
Laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut kemudian akan dianalisis
menggunakan Model Altman Z-Score Modifikasi, sehingga dapat menghasilkan
nilai Z-Score yang kemudian akan diklasifikasikan menjadi non-distress area, grey
area, dan distress area.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 62,5% data penelitian berada di nondistress area, 4,17% data penelitian berada di grey area, dan 33,3% data penelitian
berada di distress area, dengan rincian PT Surya Citra Media Tbk dan PT Media
Nusantara Citra Tbk dalam kondisi keuangan yang sehat selama periode 2020-
2025. PT Visi Media Asia Tbk mengalami financial distress selama periode 2020-
2025. PT Intermedia Capital Tbk dalam kondisi keuangan yang sehat selama
periode 2020-2022, lalu kondisi perusahaan tersebut berubah menjadi grey area
pada 2023, kemudian mengalami financial distress pada 2024-2025.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
