Hubungan Kadar α-amilase Saliva dan Indeks DMF-T Anak Usia 10-12 Tahun di SDN 1 Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran Gigi

Abstract

Fase gigi pergantian merupakan fase transisi atau peralihan dari gigi sulung ke gigi permanen yang cenderung rentan terkena karies dengan prevalensi karies pada anak usia 10-14 tahun mencapai 63,8%. Saliva sebagai biomarker dapat digunakan sebagai deteksi dini dan pemantauan penyakit melalui profil biokimia salah satunya kadar enzim. α-amilase saliva merupakan enzim terbanyak yang ada di dalam saliva. Enzim ini memainkan peran ganda di dalam rongga mulut, baik bersifat protektif maupun berpotensi memberikan efek merugikan. α-amilase dalam kondisi normal memiliki fungsi protektif sebagai buffer, agen antimikroba, serta mendukung remineralisasi dengan meningkatkan laju aliran saliva dan mengurangi kolonisasi bakteri. Sementara itu, α-amilase pada individu dengan pola makan tinggi karbohidrat serta kebersihan rongga mulut yang buruk sehingga berkontribusi pada perkembangan karies dapat memfasilitasi pembentukan asam dan pelekatan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar α-amilase saliva dan indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth) anak usia 10-12 tahun di SDN 1 Jelbuk Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang menguji 62 sampel dari peserta didik usia 10-12 tahun di SDN 1 Jelbuk. Pengumpulan data DMF-T dilakukan melalui pemeriksaan klinis, sedangkan kadar α-amilase saliva diukur menggunakan metode α-amylase assay dengan microplate reader sebagai alat untuk membaca nilai absorbansi yang digunakan menentukan konsentrasi. Data yang didapatkan kemudian diuji menggunakan uji statistik non-parametrik spearman correlation

Description

Reuploud repository 26 Mei-agus Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 10 Juni 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By