Peramalan Time Series Produksi Jagung DI Kabupaten Jember Dengan Arima Dan Model H2O Automl
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Produksi jagung di Kabupaten Jember memiliki peran strategis dalam sektor
pertanian dan ketahanan pangan nasional. Sebagai salah satu komoditas utama,
jagung banyak digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan industri. Namun,
produksi jagung mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun akibat berbagai faktor
seperti perubahan cuaca, kebijakan pertanian, serta keterbatasan akses teknologi
oleh petani. Oleh karena itu, diperlukan model peramalan yang efektif untuk
membantu pengambilan keputusan dalam perencanaan produksi dan distribusi.
Dalam penelitian ini, digunakan dua pendekatan peramalan, yaitu ARIMA dan
H2O AutoML.
Peramalan adalah teknik yang digunakan untuk memprediksi suatu kejadian
di masa depan berdasarkan pola historis dalam data. Salah satu model yang umum
digunakan dalam peramalan data time series adalah ARIMA (Autoregressive
Integrated Moving Average), yang terdiri dari tiga komponen utama: 𝑝 (jumlah lag
autoregressive), 𝑑 (tingkat differencing untuk membuat data stasioner), dan
𝑞 (jumlah lag moving average). Identifikasi parameter ini dilakukan dengan
menganalisis grafik ACF dan PACF. Selain ARIMA, penelitian ini juga
menggunakan H2O AutoML, sebuah platform machine learning otomatis yang
mampu mengevaluasi berbagai model dan memilih model terbaik. Dua model
utama dalam H2O AutoML yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random
Forest dan XGBoost. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan Root Mean
Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Error (MAE), yang mengukur tingkat
kesalahan prediksi dibandingkan dengan data aktual.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa produksi jagung tahunan
di Kabupaten Jember selama 2001 hingga 2022, yang diperoleh dari Badan Pusat
Statistik (BPS). Proses penelitian diawali dengan eksplorasi data menggunakan
analisis deskriptif dan visualisasi tren produksi jagung. Model ARIMA dibangun
menggunakan pendekatan Box-Jenkins, yang mencakup uji stasioneritas dengan
Augmented Dickey-Fuller (ADF), analisis ACF dan PACF, serta pemilihan parameter (𝑝, 𝑑, 𝑞) berdasarkan kriteria Akaike Information Criterion (AIC). Model
H2O AutoML diimplementasikan dengan memasukkan data produksi jagung ke
dalam platform H2O, dimana model Random Forest dan XGBoost dievaluasi secara
otomatis. Kinerja model dibandingkan berdasarkan nilai RMSE dan MAE, dengan
model terbaik ditentukan berdasarkan tingkat kesalahan prediksi yang paling kecil.
Analisis eksplorasi data menunjukkan bahwa produksi jagung di Kabupaten
Jember mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, dengan tren umum yang
meningkat. Model ARIMA yang digunakan dalam penelitian ini memiliki
parameter ARIMA (0,1,0), yang dipilih berdasarkan hasil analisis ACF dan PACF.
Model ini menunjukkan hasil peramalan dengan RMSE sebesar 31782,20 dan MAE
sebesar 24824,81, menandakan bahwa tingkat kesalahan prediksi cukup besar.
Sementara itu, H2O AutoML secara otomatis memilih Random Forest sebagai
model terbaik dengan RMSE sebesar 8730,59 dan MAE sebesar 7233,73, yang jauh
lebih rendah dibandingkan ARIMA. Random Forest menunjukkan keunggulan
dalam menangkap pola non-linear dalam data produksi jagung, sehingga
menghasilkan prediksi yang lebih dekat mengikuti data aktual dibandingkan
ARIMA. Berdasarkan evaluasi performa, model Random Forest dari H2O AutoML
lebih unggul dibandingkan ARIMA dalam mengikuti pola historis data produksi
jagung.
Penelitian ini menunjukkan bahwa H2O AutoML dengan Random Forest
menghasilkan prediksi yang lebih mendekati data aktual dibandingkan ARIMA
dalam meramalkan produksi jagung di Kabupaten Jember. Model ARIMA
(0,1,0) mampu menangkap pola linear dalam data, tetapi memiliki tingkat
kesalahan yang lebih tinggi berdasarkan perbandingan dengan data historis.
Sebaliknya, model Random Forest yang dipilih secara otomatis oleh H2O AutoML
mampu menangkap pola data yang lebih kompleks dan non-linear, menghasilkan
nilai RMSE dan MAE yang lebih kecil. Model ini lebih sesuai untuk digunakan
dalam analisis dan perencanaan produksi jagung. Ppenelitian selanjutnya
disarankan untuk menggunakan variabel eksternal serta menggunakan model
machine learning lainnya.
Description
Reupload file repositori 4 februari 2026_ratna/dea
