Pengaruh Seleksi Fitur dan Ukuran Data pada Klasifikasi Penyakit Jantung dengan Naive Bayes dan Decision Tree

dc.contributor.authorRatna Puspita Eka Putri
dc.date.accessioned2026-07-23T04:52:43Z
dc.date.issued2026-06-26
dc.descriptionFinalisasi oleh Agus 23 Juli 2026
dc.description.abstractPenyakit jantung merupakan penyebab utama kematian secara global, yang bertanggung jawab atas sekitar 17,9 juta kematian setiap tahunnya. Deteksi dini melalui machine learning menawarkan solusi yang efisien dan dapat diskalakan, khususnya untuk fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini secara empiris mengkaji pengaruh ukuran dataset dan seleksi fitur terhadap performa klasifikasi penyakit jantung menggunakan Naïve Bayes (GaussianNB) dan Decision Tree (CART–Gini). Tiga dataset yang tersedia secara publik digunakan: Cleveland Heart Disease Dataset (303 data, UCI ML Repository), Faisalabad Heart Disease Dataset (299 data, UCI ML Repository), dan Framingham Heart Study Dataset (4.240 data, Kaggle). Dataset-dataset ini diselaraskan menjadi delapan fitur klinis yang sama: usia, jenis kelamin, tekanan darah (trestbps), kolesterol (chol), gula darah puasa (fbs), hasil EKG (restecg), detak jantung maksimum (thalac), dan angina akibat olahraga (exang). Pra-pemrosesan meliputi penyelarasan fitur, imputasi nilai yang hilang menggunakan median kolom, dan penanganan outlier melalui capping berbasis IQR. Seleksi fitur menerapkan SelectKBest dengan skor agregat yang menggabungkan Chi-squared, Mutual Information, dan F-statistic dalam tiga kondisi: tanpa seleksi (seluruh 8 fitur), k=5, dan k=3. Ukuran dataset divariasikan menggunakan Stratified Sampling Without Replacement pada lima tingkat: n=98, n=297 (Cleveland penuh), n=300 (Faisalabad penuh), n=490, dan n=980. Seluruh 30 skenario eksperimen (5 ukuran × 3 kondisi fitur × 2 algoritma) dievaluasi menggunakan Repeated Stratified 10-Fold Cross-Validation (5 pengulangan = 50 nilai metrik per skenario). Normalisasi melalui Min-Max Scaler diintegrasikan ke dalam pipeline cross-validation untuk mencegah kebocoran data (data leakage). Hasil menunjukkan bahwa Naïve Bayes secara konsisten mengungguli Decision Tree pada seluruh 30 skenario, dengan mencapai rata-rata F1-Score yang lebih tinggi pada setiap dataset dan kondisi fitur. Pada subset Framingham (n=980), Naïve Bayes mencapai rata-rata F1-Score sebesar 0,811 dibandingkan dengan Decision Tree sebesar 0,767 tanpa seleksi fitur. Seleksi fitur dengan k=5 menghasilkan peningkatan yang moderat pada dataset Cleveland untuk kedua algoritma, namun hasilnya tidak konsisten di seluruh dataset. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik dataset — khususnya distribusi kelas — memainkan peran yang lebih signifikan dibandingkan reduksi fitur dalam ruang delapan fitur. Naïve Bayes direkomendasikan sebagai algoritma yang lebih robust untuk klasifikasi penyakit jantung pada berbagai skala data. Kata kunci: penyakit jantung, Naïve Bayes, Decision Tree, SelectKBest, ukuran dataset, seleksi fitur, cross-validation.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Achmad Maududie, ST, M.Sc.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11914
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Komputer
dc.subjectmachine learning
dc.subjectklasifikasi
dc.subjectklasifikasi penyakit jantung
dc.subjectnaive bayes
dc.subjectdecision tree
dc.subjectseleksi fitur
dc.subjectukuran data
dc.titlePengaruh Seleksi Fitur dan Ukuran Data pada Klasifikasi Penyakit Jantung dengan Naive Bayes dan Decision Tree
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ratna Puspita Eka Putri-192410103004.pdf
Size:
1.14 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: