Hubungan Penerimaan Orang Tua dengan Beban Pengasuhan pada Orang Tua yang Memiliki Anak Retardasi Mental

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Anak dengan keterbelakangan mental atau retardasi mental mempunyai keterbatasan yang mempengaruhi fungsi intelektual yang berbeda pada anak disabilitas lainnya. Hal ini berdampak pada kegagalan anak dalam beradaptasi dengan lingkungannya sehingga seringkali memerlukan perawatan secara khusus, pengobatan, atau layanan dukungan lain yang telah direncanakan dan dikhususkan untuk jangka panjang atau seumur hidup. Tantangan yang besar sering dialami oleh orang tua saat mengasuh anak retardasi mental meliputi, mengelola perilaku anak yang tidak sesuai, ketidakmampuan anak menjalani aktivitas secara mandiri, biaya perawatan jangka panjang, maupun pembatasan pekerjaan. Orang tua dengan anak retardasi mental sering menghadapi beban pengasuhan yang tinggi sehingga berdampak pada stres pengasuhan yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku orang tua terhadap anak retardasi mental yang dapat membuat orang tua menjadi mudah marah, ketidaksabaran, kurang terlibat dalam aktivitas anak, dan kurang responsif terhadap kebutuhan anak. Selain itu, orang tua juga mengurangi keterlibatan emosional dengan anak yang menyebabkan pola interaksi yang kurang positif sehingga anak tersebut merasa kurang dicintai dan dimengerti. Hal tersebut dapat berdampak pada gangguan perkembangan emosional dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerimaan orang tua dengan beban pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak retardasi mental. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan yakni orang tua yang memiliki anak retardasi mental dan telah memenuhi kriteria inklusi penelitian selama bulan februari hingga maret. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan total jumlah sampel keseluruhan yaitu 74 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner Parental Acception-Rejection Questionnaire (PARQ) dan kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI). Metode analisis yang digunakan analisis bivariat yakni uji statistik Kendall’s tau-C . Berdasarkan hasil analisis didapatkan pada variabel penerimaan orang tua diketahui bahwa lebih dari setengah responden memiliki penerimaan tinggi yakni sebanyak 68 responden (91,9%) dan sebanyak 6 responden (8,1%) memiliki penerimaan sedang. Sementara itu, variabel beban pengasuhan diperoleh hasil bahwa mayoritas responden memiliki beban pengasuhan dalam kategori ringan yakni sebesar 42 responden (56,8%) dan sisanya masing-masing tersebar di kategori beban tidak ada sebanyak 26 responden (35,1%) serta kategori beban sedang sebanyak 6 responden (8,1%). Hasil analisis uji korelasi Kendall’s tau-C didapatkan bahwa nilai ρ value = 0,005 yang menandakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan orang tua dengan beban pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak retardasi mental. Selanjutnya, didapatkan nilai koefisien korelasi yakni sebesar -0,298 yang menunjukkan arah hubungan negatif yang diartikan bahwa semakin tinggi penerimaan orang tua maka semakin rendah beban pengasuhan orang tua yang memiliki anak retardasi mental. Penerimaan orang tua membuat orang tua terus berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya. Selain itu, penerimaan orang tua terbukti membuat orang tua menjadi lebih berempati dan sabar dalam mengasuh anak. Penerimaan berperan dalam menurunkan beban pengasuhan yang dirasakan oleh orang tua yang memiliki anak retardasi mental. Penerimaan rendah membuat orang tua merasa khawatir dan takut secara berlebihan terhadap masa depan anak serta gagal membangun hubungan kuat dengan anak yang menimbulkan perasaan ketidakmampuan dan kelelahan emosional sehingga beban pengasuhan yang dirasakan semakin meningkat. Sebaliknya, penerimaan tinggi membuat orang tua melihat tantangan pengasuhan sebagai suatu hal yang bisa dihadapi sehingga orang tua akan fokus dalam mencari solusi dan mampu mengenali kelebihan dan keterbatasan anak sehingga beban yang dirasakan juga semakin berkurang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan atau acuan untuk orang tua lebih meningkatkan kepedulian terhadap anak, bekerja sama dengan pasangan dalam membagi tanggung jawab pengasuhan, dan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan anak retardasi mental

Description

Reupload file repository 6 Mei 2026_Ratna Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By