Hubungan Kebutuhan Dengan Kepatuhan Perawatan Gigi Tiruan Lepasan Di RSGMP Universitas Jember

dc.contributor.authorNaufal Cahya Samudera
dc.date.accessioned2026-04-13T02:52:10Z
dc.date.issued2025-05-28
dc.descriptionReupload file repository 13 April 2026_Ratna
dc.description.abstractKesehatan gigi dan mulut juga merupakan bagian krusial dari menjaga kesehatan tubuh secara umum. Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tinggi, yakni mencapai 57,6% salah satunya adalah kasus kehilangan gigi. Perawatan yang dapat dilakukan pada kasus kehilangan gigi ialah penggunaan gigi tiruan lepasan yang berfungsi untuk menggantikan seluruh maupun sebagian gigi yang hilang yang terbagi menjadi GTL dan GTSL. Perawatan bertujuan untuk memperbaiki fungsi estetika, mastikasi, berbicara/fonetik, serta untuk menghindari kelainan yang dapat timbul pada kondisi gigi yang hilang. Namun, di Indonesia, angka penggunaan gigi tiruan lepasan masih tergolong rendah dibandingkan dengan angka kasus kehilangan gigi. Hal tersebut salah satunya didasari oleh kebutuhan pasien yang memengaruhi tingkat kepatuhan penggunaan gigi tiruan. Terdapat beberapa jenis kebutuhan. Kebutuhan objektif adalah kebutuhan yang direkomendasikan oleh dokter. Sedangkan itu, kebutuhan subjektif berasal dari pasien itu sendiri meliputi fungsionalitas seperti pengembalian fungsi kunyah, fungsi bicara, dan estetika. Kepatuhan pasien dipengaruhi pengetahuan, keterbatasan akses pasien seperti waktu dan biaya, serta motivasi yang berasal dari diri sendiri maupun orang lain. Kepatuhan pasien dapat diketahui melalui seberapa sering pasien menjalani rangkaian perawatan hingga kontrol. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 83 sampel yang menjalani perawatan gigi tiruan lepasan di RSGMP Universitas Jember pada bulan Juli-Desember 2024 yang diperoleh dari perhitungan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mendapatkan data terkait variabel kebutuhan dan checklist untuk mendapatkan data terkait variabel kepatuhan. Kemudian data yang diperoleh dikategorikan, dianalisis dan diuji menggunakan uji korelasi Spearman Rank menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics. Pada penelitian ini didapatkan bahwa subjek penelitian memiliki tingkat kebutuhan yang mayoritas termasuk dalam kategori butuh. Sementara tingkat kepatuhan mayoritas berada dalam kategori patuh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebutuhan dengan kepatuhan menjalani perawatan gigi tiruan lepasan di RSGMP Universitas Jember. pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rank dengan nilai signifikansi 0,898 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan secara signifikan. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena kepatuhan tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan perawatan dari pasien saja tetapi ada beberapa faktor antara lain tingkat pengetahuan, keterbatasan akses, kurangnya motivasi dan dukungan sosial dalam menjalani perawatan.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : drg. Surartono Dwiatmoko, M.M. Dosen Pembimbing Pendamping Anggota : drg. Hestieyonini Hadnyanawati M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6882
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectKesehatan gigi dan mulut
dc.subjectPerawatan gigi
dc.subjectGigi Tiruan
dc.titleHubungan Kebutuhan Dengan Kepatuhan Perawatan Gigi Tiruan Lepasan Di RSGMP Universitas Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
NAUFAL CAHYA SAMUDERA - 211610101005.pdf
Size:
1.73 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: