Penerapan Green Accounting pada UMKM Tahu Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Rosyka Syabrina Queen Narasita | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-11T09:15:39Z | |
| dc.date.issued | 2025-11-10 | |
| dc.description | FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 11 | |
| dc.description.abstract | Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahu merupakan salah satu sektor usaha yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan akibat limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan selama proses produksi. Limbah tersebut dapat menimbulkan pencemaran air dan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dalam kegiatan usaha, salah satunya melalui penerapan konsep green accounting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan green accounting pada UMKM tahu di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga UMKM tahu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi berupa catatan keuangan sederhana. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM tahu telah melakukan berbagai praktik pengelolaan lingkungan dalam aktivitas operasional sehari-hari, seperti pengelolaan limbah cair agar tidak mengendap, pemanfaatan limbah padat berupa ampas tahu, serta upaya menjaga kebersihan area produksi. Namun, praktik tersebut belum dipahami dan diterapkan sebagai bagian dari green accounting secara sistematis. Biaya-biaya yang berkaitan dengan lingkungan belum diidentifikasi, dicatat, dan disajikan secara terpisah, melainkan masih digabungkan dengan biaya operasional usaha. Berdasarkan indikator green accounting menurut Hansen dan Mowen, biaya lingkungan pada UMKM tahu lebih banyak muncul dalam bentuk biaya kegagalan internal lingkungan, sementara biaya pencegahan dan biaya deteksi lingkungan dilakukan secara sederhana dan tidak disadari sebagai biaya lingkungan, serta biaya kegagalan eksternal lingkungan hanya muncul pada kondisi tertentu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun praktik pengelolaan lingkungan telah berjalan, penerapan green accounting pada UMKM tahu di Desa Karanganyar belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pembinaan dari pihak terkait guna meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan biaya lingkungan sebagai upaya mendukung keberlanjutan usaha dan kelestarian lingkungan. | |
| dc.description.sponsorship | Dwi Herlindawati, S.Pd., M.Pd. Irmadatus Sholekhah, S.Pd., M.Pd | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8755 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Green Accounting | |
| dc.subject | UMKM Tahu | |
| dc.subject | Biaya Lingkungan | |
| dc.title | Penerapan Green Accounting pada UMKM Tahu Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
