Hubungan Antara Kepadatan Ruangan, Kelembapan, dan Jumlah Jamur PadalRuanglRawat InaplRSD dr. SoebandilJember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas kedokteran

Abstract

Infeksilnosokomial ialah suatu infeksi yang didapatkan pasien, tenaga kesehatan, danlpengunjung dari lingkungan rumahlsakit. Infeksilnosokomial dapat dipengaruhi oleh agen abiotik, seperti kepadatanlruangan dan kelembapan udara serta agen biotik, seperti jamur. Ruang rawat inap kelas IIIlRSD dr. lSoebandi Jemberlmemilliki ± 20 ranjang pasien. Kondisi seperti ini menyebabkan ruangan menjadi padat karena sedikitnya ruang gerak yang akan menyebabkan ruangan menjadi lebih lembap sehingga berpengaruh terhadap perkembangan mikroorganisme jamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepadatanlruanganldan kelembapan dengan jumlah jamur pada ruanglrawat inap RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan petugas kesehatan dan masyarakat terhadap penyakit infeksi nosokomial. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian didapatkan menggunakanlteknik purposive sampling. Pengambilanlsampel udara disesuaikanldengan jamlkunjung dan bukan jamlkunjung pada RSDldr. Soebandi Jember. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode passive sampling. Penghitungan kepadatan ruangan dan kelembapan dilakukan selama media dibuka di ruangan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan nilai kepadatan ruangan, kelembapan, dan jumlah jamur serta analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara kepadatan ruangan dan kelembapanldengan jumlah jamur pada ruangrawatlinap RSD dr. Soebandi Jember. Hasil kepadatan ruangan pada penelitian sebesar 1,88-2,95 orang/10 m2. Hasil kelembapan udara pada penelitian sebesar 41-59%. Jumlah koloni jamur pada penelitian sebesar 1,63-58,94 CFU/m3. Hasil identifikasi jamur secara makroskopik dan mikroskopik pada media PDAlditemukan 10 jenis jamur, antara lain Alternaria sp., Aspergillus niger, Blastomyces dermatitidis, Chrysosporium sp., Cladosporium cladosporioides., Exophiala sp., Neurospora crassa, Neoscytalidium dimidiatum, Penicillium sp., dan Trichosporon sp. Analisis uji korelasi Pearson menunjukkan hasil yang signifikan antara kepadatan ruangan dan jumlah jamur dengan nilai p value <0,05, yaitu 0,041 dan nilai koefisien relasi sebesar 0,726. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin padat ruang rawat inap, maka semakin banyak jumlah koloni jamur udara dalam ruang. Analisis uji korelasi Pearsonltidak menunjukkan hasil yang signifikan antara kelembapan dan jumlah jamur dengan nilai p-value >0,05, yaitu 0,607. Hasil uji korelasi Pearson juga tidak menunjukkan hasil yang signifikan antara kelembapan dan kepadatan ruangan dengan p-value >0,05, yaitu 0,764. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepadatan ruangan dan kelembapan dengan jumlah jamur pada ruang rawat inap RSD dr. Soebandi Jember.

Description

reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By