Karakterisasi Stabilitas Larutan Edible Coating Berbahan Baku Tepung Tapioka dengan Penambahan Asam Sitrat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Produk hasil pertanian bersifat mudah rusak, bergantung pada iklim dan
musim, memiliki ukuran dan variasi bentuk yang beragam, bersifat kamba dan
menghadapi fluktuasi harga yang signifikan. Produk pertanian seperti buah dan
sayur rentan terhadap kerusakan fisiologis, mikrobiologis, kimiawi dan fisik yang
berpengaruh terhadap umur simpan dan kualitasnya. Edible coating adalah
teknologi pengemasan yang memberikan perlindungan selektif terhadap produk
pertanian dari polisakarida dengan melapisinya sehingga produk pertanian
memiliki umur simpan yang lebih lama dan kualitas yang masih terjaga. Kelemahan
edible coating dari polisakarida adalah resistensi yang rendah terhadap air dan uap
air sehingga stabilitasnya rendah. Penambahan asam sitrat bertujuan untuk
meningkatkan karakteristik dari polisakarida sehingga didapatkan larutan edible
coating yang memiliki stabilitas lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui stabilitas viskositas larutan edible coating dengan penambahan asam
sitrat dan stabilitas larutan selama penyimpanan.
Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan satu faktor pada 4 taraf, yaitu A0 (tanpa perlakuan), A1 (5%), A2 (7,5%),
dan A3 (10%). Larutan edible coating akan diuji dengan disimpan selama 15 hari
pada suhu 28oC. Pengujian stabilitas larutan edible coating dilakukan dengan
beberapa parameter, yaitu derajat substitusi, viskositas, pH, kejernihan, daya sebar,
homogenitas dan aroma. Hasil data akan dianalisis menggunakan metode deskriptif
dan diolah dengan menghitung rata-rata serta standar deviasinya. Pada parameter
aroma dilakukan pengujian Chi-square.pada taraf 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam sitrat
dalam proses modifikasi crosslink, maka nilai derajat substitusi akan semakin
meningkat. Nilai derajat substitusi tertinggi pada konsentrasi 10% sebesar 0,043
dan terendah pada konsentrasi 5% sebesar 0,008. Viskositas larutan edible coating
menunjukkan bahwa selama masa simpan, sampel dengan pati modifikasi lebih
stabil dalam mempertahankan viskositas yang ditandai dengan terjadinya
peningkatan nilai viskositas hingga hari ke-12 dan menurun pada hari ke-15.
Parameter pH menunjukkan bahwa sampel A1-A3 lebih resisten terhadap
perubahan pH selama masa simpan dibandingkan dengan sampel A0 (tanpa
perlakuan). Daya sebar larutan edible selama penyimpanan menunjukkan
peningkatan nilai untuk semua sampel karena terjadinya sineresis dan retrogradasi
serta pengaruh dari penambahan gliserol. Sampel dengan pati modifikasi
menunjukkan nilai kejernihan yang lebih rendah pada awal penyimpanan
dibandingkan tanpa pati modifikasi. Namun, selama penyimpanan semua sampel
tetap mengalami penurunan nilai kejernihan karena pengaruh dari sineresis dan
retrogradasi. Aroma sampel A1-A3 lebih stabil dibandingkan dengan sampel A0
tanpa perlakuan. Sedangkan pada parameter homogenitas, semua sampel hanya
dapat mempertahankan homogenitasnya sampai hari ke-4.
Description
Reupload file repositori 26 januari 2026_Kurnadi
