Pengembangan Media Pembelajaran Video Edpuzzle Berbasis Discovery Learning Pada Materi Sejarah Festival Tumpeng Sewu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Agar pembelajaran sejarah dapat memfasilitasi pencapaian
tujuan secara optimal, penting bagi pendidik untuk mengadopsi
teknologi dalam prosesnya. Pada tahap awal penelitian pengembangan,
dilakukan observasi awal dengan menyebarkan kuesioner kepada 35
siswa kelas X di SMA Negeri 1 Banyuwangi. Pemilihan sekolah ini
didasarkan pada lokasinya di Banyuwangi, tempat Festival Adat
Tumpeng Sewu berasal. Dari hasil analisis, diketahui bahwa kelas X2
memiliki komposisi 40% siswa laki-laki dan 60% siswa perempuan,
dengan sebagian besar berusia 16 tahun.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan peserta didik (learner
analysis), ditemukan dua hal utama. Pertama, kemampuan awal peserta
didik terhadap materi sejarah "Kerajaan Blambangan" dan "Festival
Adat Tumpeng Sewu" tergolong rendah, masing-masing dengan nilai
rata-rata 16,6 (SD = 1,84) dan 16,8 (SD = 1,81). Kedua, mayoritas
peserta didik menunjukkan preferensi gaya belajar concrete sequential
(M = 1,9; SD = 0,14), yang menekankan pada penggunaan alat bantu
visual seperti gambar dan video.
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah
adalah Bagaimana pengembangan dan hasil validasi media video
Edpuzzle Tumpeng Sewu dan Bagaimana efektifitas pengembangan
media pembelajaran video Edpuzzle menggunakan materi Tumpeng
sewu. Tujuan penelitian ini antara lain Mengembangkan media
pembelajaran dengan mengunakan materi kebudayaan adat Tumpeng
Sewu dan Mengidentifikasi efektifitas pengembangan media
pembelajaran Edpuzzle.
Penelitian pengembangan media video Edpuzzle Sejarah
Festival Tumpeng Sewu ini menggunakan model ASSURE. Model
Model Assure mencakup enam langkah utama, yaitu: (1) menganalisis
karakteristik peserta didik, (2) merumuskan tujuan pembelajaran, (3)
memilih metode, media, dan bahan ajar yang sesuai, (4) menggunakan
bahan ajar yang telah dipilih, (5) melibatkan peserta didik secara aktif
dalam proses belajar, dan (6) melakukan evaluasi serta revisi terhadap
proses pembelajaran.
Pembelajaran discovery learning adalah metode yang
direkomendasikan dalam Kurikulum 2013 karena mendorong siswa
aktif dalam proses belajar. Menurut Bruner, pembelajaran ini
melibatkan penemuan, refleksi, berpikir, eksperimen, dan eksplorasi.
Tujuannya adalah mengembangkan kemampuan intelektual dan
keterampilan pemecahan masalah. Melalui discovery learning, siswa
dilatih untuk menggunakan intuisi, imajinasi, dan kreativitas mereka
secara aktif.
Hasil uji validasi media video Edpuzzle Sejarah Festival Adat
Tumpeng Sewu sebagai berikut; (1) validasi ahli media mendapatkan
nilai sebesar sebesar 3,82 dengan kategori luar biasa dan dapat
digunakan tanpa revisi; (2) validasi ahli materi sebesar 3,83 dengan
kualifikasi luar biasa dan dapat digunakan tanpa revisi; dan (3) validasi
ahli bahasa sebesar 3,4 dengan kualifikasi luar biasa dan dapat
digunakan tanpa revisi. Pada uji pengguna pendidik mencapai nilai 3,9
dengan kualifikasi luar biasa dan dapat digunakan tanpa revisi. Pada
hasil uji pengguna peserta didik mencapai nilai 3,06 dengan kualifikasi
luar biasa dan dapat digunakan tanpa revisi.
Berdasarkan hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa media
Edpuzzle Festival Tumpeng Sewu yang telah dikembangkan telah
tervalidasi dengan kualifikasi sangat baik.
Description
Reupload Repositori File 17 Maret 2026_Kholif Basri
