Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Aparatur Desa di Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh kompetensi terhadap kinerja aparatur desa di Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Konsep kinerja pada dasarnya dapat dilihat dari dua segi, yaitu kinerja pegawai dan kinerja organisasi. Keduanya saling berhubungan satu sama lain, karena suatu organisasi tidak dapat mencapai suatu tujuan tanpa adanya kinerja pegawai di dalam organisasi tersebut. Menurut Payaman J. Simanjuntak (2011), kinerja individu dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu: dukungan manajemen, kompetensi individu, dan dukungan organisasi. Sebuah organisasi harus mempunyai tenaga kerja/pegawai yang memiliki kompetensi yang baik agar dapat mengelola organisasi tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, adanya kompetensi dalam setiap diri pegawai dapat meningkatkan kemampuan kerja yang dapat berpengaruh terhadap kinerja dari seorang pegawai. Berdasarkan data laporan capaian kinerja (RAPOR SKPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten Banyuwangi tahun 2022-2023, Kecamatan Blimbingsari terus mengalami peningkatan sehingga dapat dikategorikan sangat baik dan memuaskan. Kemudian, Berdasarkan data LPPDes 2022, 8 dari 10 desa di Kecamatan Blimbingsari masuk ke dalam 40 besar peringkat desa di seluruh Kabupaten Banyuwangi yang berjumlah 189 desa. Akan tetapi, 2 desa diantaranya memperoleh peringkat rendah yaitu 124 untuk Desa Blimbingsari dan 159 untuk Desa Badean. Hal ini menujukkan posisi peringkat setiap desa memiliki kesenjangan yang cukup tinggi dalam satu kecamatan. Variabel kompetensi dalam penelitian ini menggunakan pendapat dari Edison, Anwar dam Komariyah (2016:142) dengan tiga indikator yaitu: pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan sikap (attitude). Sedangkan variabel kinerja dalam penelitian ini menggunakan pendapat Mangkunegara (2017) dengan empat indikator yaitu: kualitas, kuantitas, pelaksanan tugas dan tanggung jawab. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh aparatur desa di Kecamatan Blimbingsari yang berjumlah 114 sedangkan sampel penelitian berjumlah 89 aparatur. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data yang diperlukan diperoleh dari kajian literatur dan kuesioner yang dibagikan kepada aparatur desa, yaitu 89 responden. Data tersebut kemudian diolah menggunakan program SPSS versi 25. Uji korelasi pada penelitian ini menggunakan Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti. Sedangkan uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji T untuk mengrahui apakah (H1) ditolak atau diterima. Hasil penelitian menunjukkan setiap item pernyataan kuesioner yang diberikan kepada 89 responden valid dan reliabel. Hasil uji Rank Spearman variabel kompetensi (X) dan variabel kinerja (Y) menunjukkan nilai sig. (2-tailed) 0,000, yakni kurang dari 0,05 menunjukkan adanya hubungan antar variabel. Sedangkan nilai koefisien korelasi menunjukkan 0,604 yang berarti hubungan antar variabel kuat karena berada pada rentang 0,60 – 0,799. Kemudian, hasil uji signifikansi atau uji hipotesis menunjukkan nilai 7,078 sehingga menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 7,078 > 1,988. Dengan demikian, keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji statistik tersebut telah membuktikan teori yang dikemukakan oleh Suharsaputra (2010) yang mengatakan bahwa faktor kemampuan/kompetensi dapat mempengaruhi kinerja karena dengan kemampuan yang tinggi, maka kinerja pegawai pun akan tercapai. Sebaliknya, apabila kompetensi pegawai rendah atau tidak sesuai keahliannya, maka kinerja pun tidak akan tercapai.

Description

Reupload file Repositori 4 Februari 2026_Kholib/Keysa

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By