Pengembangan Instrumen Asesmen Sumatif Pada Materi Segi Empat Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Fase D

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh wawancara bersama guru matematika di SMPN 1 Rambipuji yang menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep segi empat, terutama ketika diminta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Materi segi empat dianggap cukup kompleks, sehingga peserta didik memerlukan latihan-latihan terstruktur untuk membantu memahami konsep tersebut secara menyeluruh. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk mengembangkan instrumen asesmen sumatif yang terdiri dari kisi-kisi soal, lembar soal uraian, dan rubrik penskoran. Tujuan pengembangan ini adalah untuk membantu peserta didik meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui asesmen yang dirancang sesuai kebutuhan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D, yang terdiri dari tahapan define, design, develop, dan disseminate. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan instrumen asesmen sumatif yang valid, reliabel, praktis, dan efektif. Instrumen disusun berdasarkan enam indikator kemampuan berpikir kritis Facione (interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, penjelasan, pengaturan diri) untuk memastikan soal tidak hanya mengukur pengetahuan dasar tetapi juga penalaran mendalam. Subjek penelitian mencakup peserta didik kelas 8 unggulan di SMPN 1 Rambipuji. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan tes, sedangkan metode analisis data mencakup validasi, reliabilitas, tingkat kesukaran soal, daya pembeda, kepraktisan, dan keefektifan. Instrumen asesmen sumatif dikembangkan melalui model 4-D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Tahap define dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran berdasarkan kesulitan peserta didik dalam memahami konsep segi empat secara menyeluruh. Tahap design dilakukan dengan menyusun kisi-kisi soal, soal uraian, dan rubrik penskoran berdasarkan enam indikator kemampuan berpikir kritis. Pada tahap develop, dilakukan validasi ahli dan uji coba kelompok besar terhadap 26 dan 30 peserta didik untuk menilai kualitas instrumen. Tahap disseminate dilakukan secara offline kepada seluruh guru matematika di sekolah tempat uji coba serta secara online melalui Scribd dan blog pribadi. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 3,79 (kategori valid) dan reliabilitas sebesar 0,95 (kategori sangat tinggi). Distribusi tingkat kesukaran terdiri dari 30% soal mudah, 50% sedang, dan 20% sukar. Daya pembeda menunjukkan bahwa 8 dari 15 soal tergolong baik. Kepraktisan berdasarkan angket dari 26 peserta didik menunjukkan persentase sebesar 89% (kategori sangat praktis) dan efektivitas sebesar 55% (kategori cukup). Sementara itu, hasil dari 30 peserta didik menunjukkan kepraktisan sebesar 86% (kategori sangat praktis) dan efektivitas sebesar 77% (kategori tinggi). Hasil ini menunjukkan bahwa instrumen asesmen yang dikembangkan memiliki kualitas baik dan layak digunakan dalam pembelajaran matematika untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Analisis menunjukkan perbedaan tingkat penguasaan antar kelompok. Pada kelompok 26 peserta didik, indikator interpretasi memperoleh skor tertinggi sebesar 87%. Indikator lainnya menunjukkan hasil yang lebih rendah, yaitu analisis 51%, evaluasi 49%, inferensi 46%, eksplanasi 45%, dan regulasi diri 50%, yang mengindikasikan bahwa kemampuan menilai argumen, menarik kesimpulan, memberi alasan logis, dan mengontrol proses berpikir masih perlu ditingkatkan. Sebaliknya, pada kelompok 30 peserta didik, indikator interpretasi kembali menjadi yang tertinggi sebesar 88%, disusul oleh analisis 76%, evaluasi 75%, eksplanasi 76%, regulasi diri 76%, dan inferensi 72%. Perbedaan hasil antara dua kelompok peserta didik menunjukkan bahwa kondisi pelaksanaan, seperti waktu dan tingkat konsentrasi, turut memengaruhi efektivitas instrumen, namun instrumen ini tetap konsisten dalam mengukur kemampuan berpikir kritis secara menyeluruh.

Description

Reupload Repositori File 03 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By