WAKTU ESTIMASI HASIL PANEN JAGUNG MENGGUNAKAN ANALISIS INDEKS VEGETASI NDVI DAN CVI BERBASIS CITRA SATELIT LANDSAT 8
| dc.contributor.author | Fawwaz Baktir | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-25T00:59:53Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-26 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 25 Juni 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Jagung merupakan tanaman penghasil bahan pangan dan pakan pokok penting selain beras dan kedelai di Indonesia dan salah satu yang terpenting di dunia. Menurut data BPS, luas panen jagung di Indonesia pada tahun 2024 seluas 2.548.654 Ha yang mana semakin berkurang 90.000 hingga 100.000 Ha setiap tahunnya. Upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan konsep pertanian presisi yang salah satunya pemetaan dengan citra satelit guna mengetahui kebutuhan aktual tanaman jagung, sehingga penggunaan input dapat tepat sasaran atau berorintasi pada hasil panen. Kegiatan estimasi hasil panen dengan metode pemetaan berbasis citra satelit Landsat 8 dapat menjadi cara untuk mengetahui kondisi tanaman jagung ketika waktu panen. Hal tersebut memungkinkan karena adanya penggunaan indeks vegetasi yang memiliki sensitivitas pada sejumlah kondisi fisiologis dan indikator biofisik tanaman yang berkorelasi terhadap hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terbaik dalam memprediksi hasil panen jagung dengan analisis indeks vegetasi berbasis citra satelit Landsat 8. Metode penelitan yang digunakan yakni mengumpulkan data lapangan berupa bobot panen jagung dan nilai indeks vegetasi NDVI dan CVI pada empat tanggal yang mewakili fase fenologis jagung tertentu. Data yang diperoleh kemudian diolah pada software QGIS dan selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linear untuk mengetahui seberapa besar nilai indeks vegetasi menjelaskan variasi bobot panen jagung. Hasil pemetaan menyajikan hasil panen jagung yang bervariasi antara 0,8 hingga 3,9 kg/m², dengan persebaran hasil panen tertinggi di wilayah timur dan terendah di wilayah barat lahan. Meskipun indeks NDVI dan CVI mencapai puncak reflektansi pada 2 Oktober, namun nilai korelasi terkuat untuk estimasi hasil panen justru didapat pada tanggal 7 September. Pada tanggal tersebut, NDVI mendapatkan nilai R2 sebesar 0.4068 dan CVI sebesar 0.3801. Sehingga dari hasil penelitian diketahui estimasi hasil panen jagung dengan analisis indeks vegetasi NDVI dan CVI berbasis citra satelit Landsat 8 optimal dilakukan pada fase fenologis jagung V6-V10 yang diwakili tanggal 7 September. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Tri Wahyu Saputra, S.T.P., M.Sc. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10042 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Estimasi Hasil Panen | |
| dc.subject | Indeks Vegetasi | |
| dc.subject | Landsat 8 | |
| dc.title | WAKTU ESTIMASI HASIL PANEN JAGUNG MENGGUNAKAN ANALISIS INDEKS VEGETASI NDVI DAN CVI BERBASIS CITRA SATELIT LANDSAT 8 | |
| dc.type | Other |
