Piramida Kebutuhan Tokoh dalam Novel Melewatkanmu Karya Nagyagite: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural dan kebutuhan-kebutuhan psikologi humanistik tokoh dalam novel Melewatkanmu. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Objek material yang digunakan adalah novel Melewatkanmu karya Nagyagite (2021), sedangkan objek formal berupa keterkaitan antarunsur struktural dan kebutuhan-kebutuhan psikologi humanistik tokoh berdasarkan teori struktural dan teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Satuan analisis penelitian berupa kalimat, paragraf, atau wacana yang berkaitan dengan aspek struktural dan psikologi humanistik. Hasil analisis sturktural menunjukkan keterkaitan antarunsur struktural pada novel Melewatkanmu, yaitu tema, penokohan dan perwatakan, latar, dan konflik. Tema mayor “kehidupan remaja pada masa SMA” merujuk pada Kahiyang (berwatak bulat) sebagai tokoh utama, sedangkan tema minor jatuh cinta harus siap dengan sakitnya, rivalitas satu arah menyebabkan banyak luka, seorang sahabat sejati tidak akan meninggalkan sahabatnya, tirai tipis antara suka dan benci, dan moodbooster: kekuatan humor dalam membangun hubungan pertemanan, merujuk pada tokoh bawahan yaitu Syuja (datar), Raka (bulat), Farah (datar), Bintang (datar), dan Luthfi (datar). Watak para tokoh memicu perbedaan yang ix menghasilkan pertentangan, sehingga memicu konflik fisik dan konflik batin. Konflik fisik manusia dengan manusia dialami oleh Kahiyang dengan Syuja, Raka, dan Bintang, memicu konflik manusia dengan masyarat antara Kahiyang dengan orang-orang di sekitarnya. Konflik batin berupa ide dengan ide dan seseorang dengan kata hatinya juga dialami oleh Kahiyang. Konflik dan watak para tokoh juga dipengaruhi oleh latar waktu yang merupakan dunia modern yaitu 2010-an. Selain itu, dengan latar tempat kota besar (Surabaya dan Yokyakarta) membuat latar sosial masyarakat seperti tawuran anatarpelajar dan masyarakat kota besar yang berbeda dengan masyarat pedesaan.

Description

Reaploud Repository February_Hasyim

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By