Screening In Silico Metabolit Anti Tuberkulosis dari Tanaman Obat Indonesia dengan Enzim Target UDP Galactopyranose Mutase
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis menjadi salah satu dari 10
penyakit tertinggi yang menjadi penyebab kematian di dunia dengan angka
kejadian sebanyak 10 juta kasus pada tahun 2017. Pada tahun 2017, Indonesia
memiliki angka kejadian TB yang cukup tinggi dengan angka kejadian sebesar
420.994 kasus. Resistensi terhadap pengobatan antituberkulosis merupakan salah
satu masalah yang dihadapi oleh tenaga kesehatan saat ini dengan angka kematian
global sebesar 230.000 kasus. Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki
kekayaan sumber daya alam berupa tanaman obat berpotensi untuk ditemukannya
obat antituberkulosis dengan mekanisme baru, yaitu dengan menghambat salah
satu enzim pembentuk dinding sel M. Tuberculosis, yaitu enzim UDP
galactopyranose mutase untuk melawan resistensi tuberkulosis. Hal tersebut dapat
dikaji dengan menggunakan bidang teknologi yang mendukung penelitian bidang
biologi dan farmasi, yaitu bidang bioinformatika. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi metabolit dari tanaman obat Indonesia yang berpotensi menjadi
obat antituberkulosis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan screening melalui pendekatan
in silico dengan sampel/bahan yang dilakukan screening ialah Basis Data
Tanaman Obat Indonesia yang berasal dari Fakultas Farmasi Universitas
Indonesia. Enzim target ialah UDP galactopyranose mutase dengan kode 4RPJ
yang diunduh dari situs RCSB PDB. Ligan kontrol yang digunakan merupakan
substrat alami dari enzim target, yaitu uridine diphosphate (UDP). Preparasi
dilakukan terhadap enzim target dengan cara menghilangkan substrat serta pelarut
berupa air dengan UCSF Chimera. Enzim target kemudian dilakukan minimisasi
energi dan penambahan muatan dan medan gaya di aplikasi Vega ZZ. Ligan
kontrol diminimasi energinya di dalam open babel yang terintegrasi dengan PyRx.
Kemudian dilakukan docking pada ligan kontrol terhadap enzim target. Hasil
docking berupa binding affinity sebesar -9,0 kkal/mol. Ligan yang berasal dari
Basis Data Tanaman Obat Indonesia diberi perlakuan berupa minimisasi energi
dan kemudian dilakukan screening berupa docking dengan enzim target dengan
aplikasi PyRx sehingga muncul hasil 10 metabolit yang memiliki binding affinity
lebih negatif daripada ligan kontrol. Hasil screening kemudian divisualisasikan
dan dilakukan analisis interaksi intermolekuler dengan PoseView.
Kesimpulan dari penelitian ini ialah ditemukannya 10 metabolit dari Basis
Data Tanaman Obat Indonesia yang memiliki binding affinity lebih negatif dari
binding affinity ligan kontrol serta memiliki interaksi intermolekuler dengan
residu asam amino dari enzim target yang penting dalam pengikatannya dengan
substrat. Sepuluh metabolit tersebut ialah epigallocatechin 3,3',-di-O-gallate yang
dapat ditemukan pada daun teh hijau (Camellia sinensis),
quercetin-4’glucuronide yang bisa ditemukan pada daun jambu (Psidium guajava), apigenin
7-O-(6''-O-p-coumaroylglucoside) yang ditemukan di daun mentimun (Cucumis
sativus), boesenbergin b yang banyak terdapat di temu kunci (Boesenbergia
pandurata), cinchonain 1d yang ditemukan di pohon kina (Cinchona succirubra),
saponarin yang banyak pada daun tanaman mentimun (Cucumis sativus) serta
daun bratawali (Tinospora cordifolia), (+)-2,3-Dihydro-9-hydroxy-2[1-(6
sinapinoyl)beta-D-glucosyloxy-1-methylethyl]-7H-furo[3,2-g][1]benzopyran-7
one yang terdapat di biji tanaman seledri (Apium graveolens), 2''-O
Galloylisovitexin yang merupakan metabolit di daun tanaman ketapang
(Terminalia catappa), 3'-O-Methylderhamnosylmaysin yang banyak ditemukan
pada rambut jagung (Zea mays), dan fisetin-4’-glucoside yang bisa ditemukan
pada daun meniran hijau (Phyllanthus niruri).
Description
reupload file repository 6 april 2026 izza/tofik
