“Penelusuran dan Isolasi Fungi Endofit Tanaman Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.

dc.contributor.authorNita Dwi Ariyanti
dc.date.accessioned2026-04-06T03:35:34Z
dc.date.issued2019-05-14
dc.descriptionreupload file repository 6 april 2026 izza/tofik
dc.description.abstractCabai jawa (Piper retrofractum Vahl.) adalah tanaman asli Indonesia famili Piperaceae yang mempunyai kekerabatan dekat dengan tanaman lada. Secara empiris, buah P. retrofractum digunakan untuk mengobati sakit perut, sebagai karminatif, ekspektoran, laksatif, antiasma, antiseptik dan antibakteri, sedangkan daun P. retrofractum digunakan untuk menyembuhkan sakit perut, sebagai obat kumur dan mengobati infeksi karena bakteri. Beberapa penelitian melaporkan ekstrak dari daun P. retrofractum mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Micrococcus luteus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escheria coli. Adapun ekstrak daun P. retrofractum juga dilaporkan memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan ekstrak P. retrofractum dalam penemuan obat baru terutama sebagai antimikroba, dalam prakteknya memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya ialah diperlukannya tanaman dalam jumlah yang besar untuk menghasilkan ekstrak tersebut. Tanaman yang terus-menerus di eksploitasi dapat menyebabkan kepunahan jika tidak disertai dengan pelestarian, sehingga perlu adanya alternatif untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satunya ialah menggunakan fungi endofit. Fungi endofit merupakan salah satu kelompok mikroba endofit yang hidup pada jaringan tanaman sebagai agen penghasil metabolit sekunder. Metabolit sekunder dari fungi endofit ini mampu memberikan berbagai macam aktivitas seperti antibakteri. Berdasarkan latar belakang tersebut, pada penelitian penelusuran dan isolasi tanaman cabai Jawa (P. retrofractum) dan skrining aktivitas antibakteri ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fungi endofit P. retrofractum dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode difusi cakram yang menghasilkan diameter zona hambat sebagai hasil dari uji aktivitas antibakteri. Kontrol positif yang digunakan yaitu cakram gentamisin 10 µg sedangkan kontrol negatif yang digunakan yaitu DMSO 10% dalam media. Hasil penelusuran dan isolasi fungi endofit P. retrofractum diperoleh tujuh isolat fungi endofit dimana 4 isolat berasal dari bagian buah P. retrofractum yang masing-masing diberi kode BPR1, BPR2, BPR3 dan BPR4 sedangkan 3 isolat berasal dari bagian daun dengan kode DPR1, DPR2 dan DPR3. Hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dari yang tertimggi hingga yang terendah secara berturut-turut yaitu DPR1, DPR3, DPR2, BPR2, BPR4, BPR3 dan BPR1, sedangkan aktivitas penghambatan terhadap P. aeruginosa dari yang tertinggi hingga terendah berturut-turut yaitu DPR3, DPR1, BPR2, BPR4, BPR1 dan DPR2. Fungi endofit BPR2 dan DPR1 menjadi fungi endofit yang memiliki aktivitas paling tinggi diantara fungi endofit lainnya dimana kedua fungi ini mulai memberikan hambatan pada bakteri S. aureus dan P. aeruginosa pada konsentrasi terendah. Hal ini mampu menjadikan fungi endofit BPR2 dan DPR1 sebagai kandidat yang berpotensi dalam pengembangan obat sebagai agen antibakteri.
dc.description.sponsorshipDPU: Dwi Koko Pratoko, S.Farm., M.Sc., Apt DPA: Bawon Triatmoko, S. Farm., M.Sc., Apt.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6178
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectFungi Endofit
dc.subjectSkrining
dc.title“Penelusuran dan Isolasi Fungi Endofit Tanaman Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Nita Dwi Ariyanti - 152210101100.pdf
Size:
3.11 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: