Modifikasi Aturan Chaos Game pada Determinan Matriks 2 × 2
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Fraktal merupakan suatu bentuk geometris kompleks yang memiliki fractal
dimension atau rasio kompleksitas self-similarity pada pola fraktal. Salah satu
contoh objek fraktal yaitu segitiga Sierpinski. Segitiga Sierpinski merupakan
bentuk fraktal yang dapat dibangkitkan dengan beberapa cara seperti: removing,
shrinking and duplication menggunakan iterasi fungsi, maupun chaos game. Chaos
game merupakan metode untuk membangkitkan fraktal dengan menggunakan suatu
permainan titik dengan aturan tertentu dan dilakukan secara iteratif atau berulang.
Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan modifikasi aturan chaos game
pada determinan matriks 2 × 2. Chaos game akan dilakukan dengan menggunakan
matriks transformasi yang kemudian divariasikan nilai determinannya.
Langkah-langkah yang akan digunakan untuk membangkitkan chaos game
pada segitiga yaitu pertama dengan menentukan tiga titik verteks atau titik tumpu
yang membentuk poligon segitiga. Kedua yaitu menentukan titik awal yang dipilih
secara random pada segitiga. Ketiga menentukan titik tumpu secara random yang
akan dihubungkan dengan titik awal. Keempat menghitung titik baru dengan
menggunakan matriks transformasi 2 × 2 pada chaos game. Kelima menggunakan
titik baru pada langkah keempat sebagai titik awal di iterasi berikutnya. Keenam
mengulang langkah ketiga hingga langkah kelima sehingga menghasilkan titik-titik
baru sesuai iterasi yang diinginkan.
Matriks transformasi yang digunakan pada modifikasi aturan chaos game
akan dibangkitkan dari nilai determinan matriks yang diberikan. Menggunakan
rumus umum determinan, tiga elemen pada entry matriks akan dipilih
menggunakan rumus random diantara −1 dan 1 kemudian matriks yang dihasilkan
akan digunakan sebagai matriks transformasi pada chaos game. Penelitian ini
dilakukan dengan membatasi nilai determinan matriks yaitu pada rentang interval
di antara −1 dan 1 untuk menghindari nilai matriks transformasi yang terlalu besar.
Simulasi kemudian akan dilakukan pada Matlab 2015b dengan 4 input yaitu: input
tiga titik tumpu segitiga, input titik awal, input nilai determinan, serta input jumlah
iterasi. Hasil visual pada determinan matriks bernilai positif merupakan fraktal
dengan syarat nilai matriks diagonalnya tidak sama-sama bernilai negatif.
Sedangkan pada simulasi dengan nilai determinan matriks 0, didapatkan hasil
visual yaitu fraktal dengan bentuk memanjang ke arah tertentu. Pada simulasi
dengan nilai determinan negatif, fraktal akan terbentuk jika nilai determinannya
mendekati 0.
Description
Reupload file repository 26 Februari 2026_Ratna
