Domestikasi Budaya Hallyu (Gelombang Korea) di Tiongkok Melalui Lokalisasi Budaya oleh Aktor Lokal

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Dengan semakin meluasnya pengaruh budaya populer Korea di Tiongkok, berbagai respons penerimaan muncul dari aktor-aktor Tiongkok terhadap Hallyu. Di satu sisi, sebagian besar masyarakat Tiongkok menunjukkan antusiasme yang tak terkendali terhadap konten Hallyu. Masyarakat Tiongkok menerima drama TV, musik, dan produk budaya lainnya dari Korea Selatan dengan tangan terbuka. Berkat narasi romantis, pemeran utama yang menarik, dan penyajiannya yang estetis, drama Korea mencapai kesuksesan fenomenal di Tiongkok. Namun, di sisi lain, sentimen anti-Hallyu yang diinisiasi pers dan pemerintah Tiongkok muncul bersamaan dengan puncak fenomena Hallyu yang terjadi kira-kira pada pertengahan tahun 2000-an. Gelombang sentimen anti-Hallyu di Tiongkok dipicu oleh faktor-faktor seperti superioritas budaya, kepekaan sejarah, masalah politik, dan konflik sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Walaupun banyak masyarakat di Tiongkok yang antusias menerima Hallyu, fenomena ini juga memicu introspeksi dan perdebatan tentang bagaimana mencapai keseimbangan yang sehat antara penyerapan impor budaya global dan pelestarian tradisi budaya Tiongkok sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana respon ambivalen aktor-aktor lokal Tiongkok mempengaruhi proses adaptasi Hallyu di Tiongkok. Meskipun terdapat pembatasan peraturan oleh pemerintah, produsen lokal Tiongkok terus mengimpor dan mengadaptasi produk budaya Hallyu, dan menanamkannya ke dalam budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif dengan metode studi literatur untuk mengumpulkan data. Dengan mengadopsi teori lokalisasi Amitav Acharya (2004, 2018), penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi dan penyebaran Hallyu di Tiongkok bersifat kompleks dan beragam, ditandai dengan penerimaan dan penolakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan lokalisasi oleh produser lokal Tiongkok secara bertahap membentuk budaya Hallyu baru di Tiongkok. Pada akhir 1990-an, Hallyu mendapat sambutan yang baik di Tiongkok. Pada awal 2000-an, produser Tiongkok mulai mengimpor konten Hallyu dan menyesuaikannya dengan selera dan bahasa lokal, menciptakan kesan bahwa konten tersebut adalah produksi lokal (inisiatif lokal). Sejak 2006, pemerintah Tiongkok mulai membatasi impor dan penayangan konten Hallyu karena kekhawatiran akan dominasi budaya. Produser lokal kemudian bekerja sama dengan produser Korea untuk memproduksi ulang konten Korea (adaptasi). Namun, karena konflik terkait rudal THAAD, Tiongkok memperketat kebijakan larangan Hallyu. Pada akhirnya, Hallyu di Tiongkok berubah menjadi "Amnyu" (arus bawah), di mana konten Hallyu direproduksi dengan menghilangkan kesan "impor," sehingga banyak penonton tidak menyadari bahwa mereka menonton konten produksi ulang (remake) (amplifikasi). Keseluruhan proses ini menunjukkan bagaimana lokalisasi oleh aktor lokal berperan penting dalam membentuk kontruksi baru dari budaya Hallyu di Tiongkok.

Description

Reuploud Repository hasyim Mei 2026 Validasi file repositori 18 Juni 2026_Magang SP (Ulum)_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By