Analisis Karakteristik Biobriket Berbahan Dasar Sekam Padi Dengan Perekat Dari Biji Durian Sebagai Bahan Bakar Energi Terbarukan
| dc.contributor.author | Faza Naila Khoiron | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T02:50:41Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-10 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 05 Februari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, dengan 86,91% energi prier berasal dari batubara, minyak bumi, dan gas, sementara energi terbarukan hanya 13,09% (DEN, 2023). Untuk mengurangi ketergantungan ini, pemanfaatan limbah biomassa seperti sekam padi (54,25% dari total potensi 144,50 ton/tahun) dan biji durian (mengandung amilosa dan amilopektin sebagai perekat alami) dapat diolah menjadi biobriket. Biobriket merupakan bahan bakar terbarukan yang lebih ramah lingkungan daripada batubara, dengan emisi NOₓ dan SO₂ yang lebih rendah, serta memenuhi standar SNI 1683:2021. Pengembangan biobriket dari limbah pertanian ini dapat menjadi solusi berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Proses pembuatan biobriket dilakukan dengan membuat arang sekam padi. Langkah pertama yakni menjemur sekam padi selama 3 hari. Sekam padi yang sudah dijemur kemuidan dimasukkan kedalam alat pirolisis dengan suhu berkisar 300°C - 350°C selama 1 jam. Biarkan arang sekam padidalam pirolisis dalam keadaan tertutup selama 30 menit. Arang sekam padi yang telah didiamkan kemudian didinginkan lalu ditumbuk dan diayak dengan ayakan 60 mesh. Pembuatan perekat biji durian pertama - tama dilakukan dengan rebus biji durian yang sudah dicuci bersih lalu kupas kulit biji durian. Biji durian dipotong kecil – kecil, dikeringkan, ditumbuk, digiling kemudian diayak dengan ayakan 100 mesh. Biji durian yang sudah diayak dicampurkan dengan air panas dengan suhu kurang dari 100°C. Aduk kedua bahan tersebut hingga merata. Pembuatan biobriket dilakukan dengan mencampurkan arang sekam padi dengan perekat biji durian dengan komposisi perekat sebesar 84% : 16%, 80% : 20% dan 76 : 24%. Total berat kedua bahan utama tersebut sebesar 65 gram yang ditekan dengan beban kompaksi 3 ton, 5 ton dan 7 ton. Penekanan biobriket menggunakan Hydraulic Press tipe SPL-131. Hasil uji biobriket arang sekam padi dengan perekat buah durian tidak memenuhi standar SNI pada nilai kalor sebesar 3.082 – 3.670 kal/gram. Kadar air pada kisaran 6,1% - 13% telah memenuhi mutu 1 dan 2 SNI. Uji kadar abu berkisar 48,96%- 49,79% tidak memenuhi. Kadar volatile matter berkisar 1,06% - 1,64% dibawah SNI 1683:2021. Kadar fixed carbon berkisar 48,63% - 49,56% belum memenuhi SNI karena nilai tersebut seharusnya diatas 76% serta uji shatter index tidak memenuhi standar ASTM karena hasil diatas 1%. Hasil analisis statistik menyatakan bahwa beban kompaksi tidak signifikan atau kurangnya bukti terhadap seluruh parameter uji sedangkan untuk komposisi perekat pada nilai kalor, kadar air, kadar abu, fixed carbon dan volatile matter tidak signifikan kecuali pada nilai uji shatter index. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan kurangnya proses pretreatment bahan baku dan suhu pirolisis yang digunakan sebaiknya lebih tinggi. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ir. Audiananti Meganandi Kartini, S.T., M.T., IPP Dosen Pembimbing Anggota: Dr. Ir. Nasrul Ilminnafik, S.T., M.T | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1705 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | pembuatan biobriket | |
| dc.subject | Pembuatan perekat biji durian | |
| dc.subject | Rice husk charcoal. | |
| dc.title | Analisis Karakteristik Biobriket Berbahan Dasar Sekam Padi Dengan Perekat Dari Biji Durian Sebagai Bahan Bakar Energi Terbarukan | |
| dc.type | Other |
