Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan dan Kadar Klorofil Tanaman Singkong (Manihot esculenta Crantz) Pada Kondisi Cekaman Kekeringan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Singkong (Manihot esculenta Crantz) adalah tanaman umbi-umbian yang
mengalami penurunan produksi sebesar 9,40% pada tahun 2015-2019. Penurunan
produksi singkong disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah
penurunan curah hujan yang menimbulkan kekeringan. Terbatasnya air di tanah
mengakibatkan penutupan stomata pada daun singkong yang secara berurutan akan
menurunkan asupan CO2 dan kemudian menyebabkan rendahnya fotosintesis.
Pemberian inokulum fungi mikoriza arbuskula (FMA), baik spesies tunggal
maupun multi spesies dapat menjadi strategi untuk meningkatkan produktivitas
tanaman singkong saat cekaman. Pemberian FMA pada tanaman dapat
meningkatkan laju fotosintesis dan luas area daun sehingga berdampak terhadap
kadar klorofil. Respon pertumbuhan tanaman saat asosiasi dengan FMA
memberikan pengaruh yang berbeda, walaupun umumnya berpengaruh positif
terhadap pertumbuhan tanaman. Regulasi cekaman kekeringan berhubungan erat
dengan fotosintesis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai
efektivitas FMA terhadap kadar klorofil tanaman singkong saat cekaman
kekeringan menggunakan FMA spesies tunggal R. irregularis dan FMA multi
spesies.
Tanaman singkong (Manihot esculenta) yang digunakan pada penelitian ini
adalah singkong mentega. Sedangkan FMA spesies tunggal yang digunakan adalah
R. irregularis dan FMA multi spesies yang digunakan berasal dari pupuk hayati
mikoriza MZ2000 granul milik PT. Intidaya Agrolestari (INAGRO). Penelitian
dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lemgkap (RAL) dengan 6 perlakuan
yang berbeda. Masing-masing perlakuan dilakukan 5 kali pengulangan, sehingga
total pot sebanyak 30 buah, Metode penelitian yang dilakukan melalui tahapan:
persiapan bahan (singkong dan inokulum FMA), perlakuan adaptasi dan cekaman
kekeringan di greenhouse, pemanenan tanaman singkong, pengukuran berat
biomassa basah atas, pengukuran kadar klorofil, perhitungan respon mikoriza
terhadap biomassa atas, dan analisis data. Perlakuan cekaman dilakukan setelah 60
hari setelah tanam (HST) dan panen dilakukan pada 75 HST. Pengukuran kadar
klorofil dilakukan menggunakan metode modifikasi dengan mengacu pada Seras
(1994) dan Yoshida et al. (1976). Analisis data dilakukan dengan uji two way
ANOVA (Uji Tukey atau HSD (Honestly Significant difference)) dan uji korelasi
pearson, menggunakan software R Studio.
Hasil menunjukkan bahwa cekaman kekeringan menurunkan biomassa atas
dan kadar klorofil tanaman singkong. Pemberian FMA multi spesies maupun
R.irregularis tidak memberikan efek yang signifikan terhadap peningkatan
biomassa basah atas dan kadar klorofil tanaman singkong, dikarenakan persaingan
perebutan unsur hara dan air antara tanaman dan FMA. Respon mikoriza (MR)
terhadap biomassa atas juga diperoleh hasil tidak signifikan. Respon pertumbuhan
tanaman terhadap inokulasi FMA lebih sensitif terhadap perbedaan kondisi tanah
pada bagian pucuk dibandingkan bagian akar. Namun, terdapat korelasi positif yang
signifikan antara peningkatan kadar klorofil tanaman yang diinokulasi R.
irregularis dengan jumlah daun. Semakin meningkat kadar klorofil maka semakin
meningkat jumlah daun.
Description
Reupload File Repositori 25 Februari 2026_Teddy/Hendra
