Analisis Kualitas Telur Tetas Ayam Gaok Pada Umur Betina Yang Berbeda
| dc.contributor.author | Latief Isnaini Putra | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-06T03:25:36Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-06 | |
| dc.description.abstract | Ayam gaok memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ayam petelur. Hingga saat ini penelitian mengenai kualitas telur pada ayam gaok dengan umur indukan yang berbeda belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur induk betina terhadap kualitas eksternal dan internal telur ayam gaok. Kualitas telur yang akan diteliti antara lain berat telur, ketebalan kerabang, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan warna yolk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan umur berbeda (P1: 8 bulan, P2: 10 bulan, P3: 12 bulan, dan P4: 14) bulan masing-masing 4 ulangan, dibagi dengan 16 kandang. Satu kandang percobaan terdiri dari 4 ayam betina dan 1 ayam jantan. Parameter yang diamati meliputi berat telur, ketebalan kerabang, warna yolk, indeks putih, dan indeks kuning. Data dianalisis data menggunakan Analyis of Variance (ANOVA) dengan dilakukan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) stastistic 25 dan di uji lanjut dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukan bahwa umur induk memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap ketebalan kerabang telur. Tebal kerabang mengalami penurunan seiring bertambahnya umur induk, di mana nilai tertinggi terdapat pada P1 (8 bulan) 0,55 mm dan menurun secara signifikan pada P4 (12 bulan) 0,16 mm. Sementara itu, umur induk tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, dan warna yolk. Rata-rata berat telur berkisar antara 38,12 g hingga 41,0 g; indeks putih telur antara 0,03 hingga 0,04; indeks kuning telur antara 0,27 hingga 0,55; dan skor warna yolk antara 7.87 hingga 9.37. Dapat disimpulkan bahwa pertambahan umur induk ayam Gaok dari 8 hingga 14 bulan cenderung menurunkan kualitas eksternal berupa ketebalan kerabang telur, namun mampu mempertahankan kestabilan bobot telur serta kualitas internal. | |
| dc.description.sponsorship | drh. Purnaning Dhian Isnaeni, M.Pt. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10655 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | ayam gaok | |
| dc.subject | umur indukan | |
| dc.subject | kualitas telur | |
| dc.subject | kualitas eksternal telur | |
| dc.subject | kualitas internal telur | |
| dc.title | Analisis Kualitas Telur Tetas Ayam Gaok Pada Umur Betina Yang Berbeda | |
| dc.type | Other |
