Pengaruh Kapitalisasi Pasar, Volume Perdagangan dan Volatilitas Harga Terhadap Return Cryptocurrency dengan Kapitalisasi Tertinggi di Indonesia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Tren cryptocurrency di Indonesia mulai terjadi pada tahun 2021, terlihat dari nilai transaksi mencapai Rp859,4 triliun dan mengalami penurunan Rp94,41 triliun pada tahun 2023. Meskipun terjadi penurunan nilai transaksi, jumlah investor cryptocurrency di Indonesia meningkat. Bappebti mencatat penambahan rata-rata 116.899 pelanggan hingga September 2023, mencapai total 16,7 juta investor (Nabilah, 2023). Salah satu cryptocurrency yang memiliki kapitalisasi pasar tertinggi yaitu bitcoin mencapai Rp 12,621 miliar. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 4 Tahun 2023, hingga saat ini, 501 jenis cryptocurrency yang diizinkan untuk diperdagangkan secara resmi di Indonesia (Ludwianto, 2023). Penelitian ini menggunakan data sekunder data historis perdagangan mata uang kripto yang diambil dari CoinMarketCap.com secara harian. Data yang digunakan dari data historis merupakan data dalam satuan USD (United States Dollar), dan dikonversi ke dalam satuan rupiah sesuai dengan nilai tukar kurs USD terhadap rupiah. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data populasi dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia. Pengambilan sampel pengamatan menggunakan teknik purposive sampling dari 501 cryptocureency yang beredar menurut bappebti. Bitcoin, Ethereum, BNB, Solana dan XRP dipilih sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Kapitalisasi pasar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return cryptocurrency, 2) Volume perdagangan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return cryptocurrency, 3) Volatilitas harga memiliki pengaruh signifikan terhadap return cryptocurrency.
Description
Reupload file repository 26 Februari 2026_Yudi
