Pembangunan Bendungan Seloredjo 1970 - 1990
| dc.contributor.author | Giri Bagus Suseno | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-20T06:47:38Z | |
| dc.date.issued | 2024-02-20 | |
| dc.description | REupload File Repositori 20 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Skripsi ini mengkaji tentang Pembangunan Bendungan Seloredjo tahun 1963 sampai 1970 di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Permasalahan yang akan dikaji meliputi (1) Latar belakang wilayah Kecamatan Ngantang yang menjadi tempat pembangunan Bendungan Seloredjo. (2) Proses pembangunan Bendungan Seloredjo. (3) Dampak yang timbul dari pembangunan Bendungan Seloredjo yang mencakup masalah ekonomi dan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan sosiologi lingkungan dan teori modernisasi ekologis digunakan sebagai alat bantu untuk analisis peristiwa sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan Bendungan Seloredjo yang bertujuan untuk mengoptimalkan ketersedian sumber daya air yakni Kali Konto. Sejak era Hindia Belanda Kali Konto sudah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, yakni dengan dibangunnya dam Maron, Mendalan dan Siman. Pada tahun 1963 pemerintah bekerjasama dengan pihak Jepang untuk melakukan pembangunan dalam bentuk Proyek Serbaguna Kali Brantas. Proyek pembangunan dilanjut pada pemerintahan Orde Baru yang langsung dipegang oleh Departement Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik. Pada Tahun 1963 sampai tahun 1970 juga terjadi proses persiapan yang berkaitan dengan persiapan peralatan untuk proyek dan pembebasan lahan. Proses pembangunan selesai pada tahun 1970 dan dijanut dengan peresmian PLTA pada tahun 1972. Dampak yang dirasakan oleh pembangunan bendungan yakni penambahan daerah aliran irigasi yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Jombang sekitar aliran Kali Konto. Dampak berikutnya yaitu pencegahan banjir yang dapat diatasi dengan pembangunan bendungan, hal tersebut juga berdampak pada laju sedimentasi yang terjadi di Kali Konto yang dapat diatasi dengan kapasitas 300.000 m3/tahun. Masalah ekosistem juga dirasakan yaitu dengan pertumbuhan spesies ikan mujair dan tumbuhan air. Dampak terakhir yaitu tentang pemindahan akses jalan daerah Bendungan Seloredjo. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Drs. IG. Krisnadi, M.Hum. DPA: Dr. Latifatul Izzah, M. Hum. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3933 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Imu Budaya | |
| dc.subject | Bendungan Seloredjo | |
| dc.subject | Kali Konto | |
| dc.title | Pembangunan Bendungan Seloredjo 1970 - 1990 | |
| dc.type | Other |
