Pengaruh Kondisi Penyimpanan Terhadap Stabilitas Kokristal Naringenin-asam Suksinat1:1
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Faarmasi
Abstract
Naringenin merupakan salah satu senyawa flavonoid dengan memiliki berbagai aktivitas farmakologis salah satunya antiinfllamasi. Namun memiliki kelarutan yang rendah dalam air sebesar 4,38–46,0 μg/mL. Kokristal menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kelarutan naringenin. Pada pengembangan kokristal, stabilitas menjadi aspek penting untuk memastikan kokristal tetap stabil pada kondisi penyimpanan dan jangka waktu tertentu, sehingga perlu diperhatikan. Ketidakstabilan kokristal dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya temperatur dan kelembapan. Faktor tersebut dapat mempengaruhi stabilitas kokristal dengan terjadinya proses disosiasi ikatan hidrogen kokristal selama penyimpanan terutama pada kondisi penyimpanan dengan temperatur dan kelembapan tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan kondisi penyimpanan terhadap karakteristik kokristal naringenin-asam suksinat 1:1.
Penelitian ini menggunakan bahan aktif naringenin dan koformer asam suksinat dengan rasio 1:1. Preparasi kokristal menggunakan metode penguapan pelarut dengan etanol p.a. Pengujian stabilitas dilakukan menggunakan penyimpanan pada temperatur dan kelembapan 40℃/75% dan penyimpanan kondisi ruang pada 15 dan 30 hari. Selanjutnya dilakukan karakterisasi kokristal meliputi Differential Scanning Calorimetry (DSC), Powder X-Ray Diffraction (PXRD), Spektrofotometri Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Penelitian ini juga dilakukan penetapan kadar naringenin dalam kokristal naringenin-asam suksinat 1:1 pada semua kondisi penyimpanan untuk memastikan bahwa naringenin dalam kokristal tetap stabil pada kondisi penyimpanan yang berbeda selama 15 dan 30 hari.
Hasil organoleptis kokristal naringenin-asam suksinat 1:1 menunjukkan serbuk kristalin berwarna putih pada pengujian sebelum dan sesudah uji stabilitas. Hasil karakterisasi DSC pada sampel kokristal ditunjukkan dengan puncak endotermik baru dan pada uji stabilitas juga menghasilkan termogram yang sama menunjukkan terbentuknya kokristal, namun terjadi pergeseran nilai suhu lebur pada masing-masing kokristal di kondisi penyimpanan yang berbeda selama uji stabilitas 15 dan 30 hari.
Hasil karakterisasi PXRD menunjukkan adanya difraktogram baru pada kokristal naringenin-asam suksinat 1:1 yang berbeda dari komponen penyusunnya. Uji stabilitas menunjukkan kesamaan profil difraktogram dengan kokristal sebelum pengujian stabilitas, namun terdapat perbedaan nilai puncak difraksi akibat perubahan ikatan non kovalen pada semua sampel kokristal. Karakterisasi FTIR kokristal naringenin-asam suksinat 1:1 menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang gugus fungsi pembentuk ikatan hidrogen yaitu gugus OH dan C=O, selain itu pada kokristal hasil uji stabilitas juga menunjukkan pergeseran bilangan gelombang di semua sampel kokristal. karakterisasi SEM menunjukkan perbedaan morfologi permukaan kokristal dengan komponen penyusunnya yang menandakan pembentukan kokristal. Analisis SEM mendukung analisis DSC, PXRD dan FTIR dengan menunjukkan morfologi permukaan yang sama seperti pada kondisi awal yang mengindikasikan masih terbentuknya kokristal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi penyimpanan yaitu temperatur dan kelembapan yang berbeda akan menyebabkan perubahan pada karakteristik kokristal, yaitu karakteristik termal, perubahan kisi kristal, dan terjadinya perubahan ikatan hidrogen antar molekul.
Hasil penetapan kadar naringenin dalam semua sampel kokrsital naringenin-asam suksinat 1:1 menunjukkan rentang sebesar 112-114%, dan berdasarkan pengujian one way ANOVA menunjukkan hasil p>0,05. Hal ini diartikan bahwa kadar naringenin dalam kokristal tidak mengalami penurunan secara signifikan pada dua kondisi penyimpanan selama 15 dan 30 hari.
Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa kondisi penyimpanan yang berbeda pada 15 dan 30 hari dapat mempengaruhi karakteristik kokristal naringenin-asam suksinat 1:1 pada DSC, PXRD, dan FTIR, namun tidak terjadi perubahan kadar naringenin dalam kokristal naringenin-asam suksinat 1:1.
Description
Reupload repository 26 Januari 2026_Maya
