Pengaruh Umur terhadap Kuantitas dan Kualitas Semen Segar Pejantan Belgian Blue di BBIB Singosari

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Kualitas semen yang baik membantu dalam proses keberhasilan program inseminasi buatan. Adapun faktor internal yang dapat mempengaruhi kualitas semen yang diproduksi yaitu umur pejantan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kuantitas dan kualitas semen segar sapi Belgian Blue pada umur yang berbeda. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, rancangan yang digunakan adalah RAL dengan faktor umur sebagai perlakuan. Sampel yang digunakan adalah 1 ekor pejantan Belgian Blue dengan catatan penampungan dan data uji kualitas semen segar dengan rata-rata sebanyak 20 data pada tiap variabel. Faktor umur yang digunakan adalah umur 2, 3, 4, 6 dan 7 tahun. Variabel yang diamati meliputi konsentrasi (jt/ml), volume (ml), pH, abnormalitas (%) dan motilitas (%). Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan signifikansi 95%. Hasil perolehan analisis data konsentrasi (jt/ml), volume (ml) dan motilitas (%) semen segar pejantan Belgian Blue menunjukkan adanya perbedaan nyata (P<0,05). Nilai konsentrasi tertinggi terjadi pada umur 4, 6 dan 7 tahun (1131,2 jt/ml, 1147,9 jt/ml dan 1152,6 jt/ml), volume tertinggi pada umur 6 tahun (5,51 ml) dan motilitas tertinggi pada umur 3 tahun (80,93%). Hasil perolehan analisis data pH dan abnormalitas (%) semen segar pejantan Belgian Blue menunjukkan tidak terdapat perbedaan (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, kesimpulan yang didapat berupa umur pejantan Belgian Blue berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kuantitas dan kualitas semen segar pada variabel konsentrasi, volume dan motilitas. Peningkatan kuantitas konsentrasi spermatozoa terjadi berturut-turut sampai umur 7 tahun, hal tersebut juga terjadi pada kuantitas volume semen segar yang mengalami peningkatan berturut-turut sampai umur 6 tahun, sedangkan pada motilitas spermatozoa kualitas terbaik terjadi pada umur 3 tahun. Selain itu, umur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap variabel pH dan abnormalitas

Description

Reupload file repositori 19 februari 2026_ratna/dea

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By