Karakteristik Fisik dan Organoleptik Bubuk Kopi Hasil Sangarai dari Berbagai Tingkat Suhu dan Lama Sangrai Kopi Luwak Robusta In Vitro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas teknologi pertanian
Abstract
Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai
ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan
penting sebagai sumber devisa negara. Mutu biji kopi sangat bergantung kepada
proses penanganan pasca panen, dengan penanganan pascapanen yang tepat
disetiap prosesnya, mutu kopi bisa ditingkatkan. Salah satu proses penanganan
pasca panen yang sangat penting yaitu pada proses penyangraian, dimana terjadi
perubahan tingkat kadar air dan keasaman serta pengembangan aroma dan cita
rasa kopi yang tergantung dari suhu dan lama penyangraian.
Kopi instan yang beredar dipasaran Indonesia merupakan jenis kopi
robusta karena memiliki rendemen hasil ekstraksi dan body yang lebih tinggi,
namun aroma dan citarasanya lebih rendah dibandingkan kopi arabika. Usaha
meningkatkan mutu kopi robusta telah banyak dilakukan, salah satunya adalah
produksi kopi luwak dengan proses fermentasi in vitro (diluar pencernaan hewan
luwak) menggunakan ragi / kultur kering. Pengolahan kopi berperan penting dalam
menentukan kualitas dan citarasa kopi (Rahardjo, 2012). Komponen flavor dan citarasa
kopi juga dipengaruhi lamanya proses penyangraian. Setiap tingkat penyangraian
menghasilkan citarasa yang berbeda pula. Sehingga, jika perbedaan jenis tingkat penyangraian ini
dipadukan dimungkinkan akan menghasilkan kualitas flavor yang baik dengan
cita rasa yang diinginkan oleh konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
karakteristik fisik dan organoleptik kopi bubuk dengan berbagai kombinasi suhu dan lama sangrai kopi
luwak artificial dengan parameter penguji meliputi uji organoleptik oleh panelis
terlatih, uji kesukaan untuk panelis tidak terlatih dan penguji pH dan warna kopi
bubuk sebagai data pendukung tingkat kesukaan konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyangraian kopi dengan berbagai
kombinasi suhu dan lama sangrai akan menyebabkan terjadinya perubahan sifat
fisik pada biji kopi tersebut. Berdasarkan uji cuptest dan uji kesukaan (hedonik)
dari lima perlakuan, kopi yang paling disukai yaitu sampel P1 dengan suhu
penyangraian 160oC selama 60 menit, sedangkan untuk warna yang diperoleh dari
kelima sampel yaitu sama, hal ini sesuai dengan yang diinginkan, yaitu dengan
perbedaan suhu dan lama sangrai yang digunakan warna kopi yang dihasilkan
hampir sama.
Description
reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik
