Pengaruh Beberapa Varietas Dan Media Tanam Hidroponik Sistem Substrat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman holtikurtura jenis kacang-kacangan yang banyak dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk segar dan masih muda. Tanaman buncis banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia guna memenuhi kebutuhan konsumsi dalam bentuk segar yang bergizi. Berkurangnya lahan pertanian diperkotaan dapat menjadi salah satu masalah dalam budidaya tanaman buncis skala rumahan, dimana perlu adanya tindakan sistem budidaya yang dapat digunakan pada lahan yang sempit tetapi hasil produksivitas yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada pertanian perkotaan (Urban falming) fasilitas yang dapat mendukung yaitu adanya Green house atau Hidroponik sebagai sistem penataan ruang didaerah perkotaan, dimana macam hidroponik salah satunya yaitu hidroponik sistem substrat.
Sistem hidroponik substrat merupakan metode budidaya menggunakan media padat yang diberi larutan nutrisi, yang mana akar tanaman dapat berkembang dengan baik karena mendapat air, nutrisi dan oksigen yang cukup (Wibowo dkk, 2017). Terdapat beberapa jenis media hidroponik substrat yang dapat digunakan yaitu cocopeat, arang sekam dan serbuk gergaji, dimana ketiga media tersebut merupakan jenis media organik yang mengandung beberapa unsur organik yang mampu meningkatkan kebutuhan pertumbuhan tanaman. Selain itu penggunaan varietas unggul pada tanaman buncis dapat digunakan untuk memperoleh hasil panen yang baik, sehingga penentuan atau pemilihan benih yang akan ditanam perlu diperhatikan baik dari segi kualitas biji ataupun daya tumbuh dari biji tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh media hidroponik substrat yaitu cocopeat, arang sekam, dan serbuk gergaji terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas buncis merambat. Penelitian ini dilakukan di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Jember mulai bulan Maret 2019 sampai dengan Juni 2019. Metode yang digunakan adalah metode percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) factorial dengan 2 faktor. Faktor pertama jenis media tanam yaitu: Cocopeat (M1), Arang Sekam (M2), Serbuk Gergaji (M3). Faktor kedua yaitu varietas buncis yang terdiri dari : Varietas Pertiwi (V1), Grandbayu (V2), dan Emha (V3). Masing-masing faktor di ulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 plot keseluruhan bahan percobaan. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam, apabila terdapat perbedaan hasil antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara varietas dan media tanam terhadap variabel pengamatan jumlah polong kombinasi terbaik yaitu V1M3 sebesar 28.55, sedangkan pada variabel berat polong kombinasi terbaik terdapat pada V1M1 sebesar 146.26 gram. Pada variabel berat basah brangkasan dan berat kering brangkasan kombinasi terbaik yaitu pada V2M1 dengan hasil 222.22gram dan 155.56 gram. Penggunan verietas berpengaruh sangat nyata terhadap panjang polong (cm) serta memberikan hasil terbaik pada varietas Emha (V3) yaitu sebesar 15.20 cm, sedangkan pada variabel lebar polong perlakuan terbaik pada varietas Pertiwi (V1) yaitu 0.95 cm. Pengaruh jenis media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman yang memberikan hasil terbaik pada media Cocopeat (M1) yaitu sebesar 223.34 cm.
Description
Reupload Repositori File 07 April 2026_Kholif Basri
