Peran Modal Sosial Komunitas Tunanetra Dalam Membangun Keberlanjutan Usaha Panti Pijat Tunanetra

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran modal sosial dalam membangun keberlanjutan usaha panti pijat tunanetra dengan studi kasus di Panti Pijat Ken Saras, Bondowoso. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada terbatasnya akses kerja bagi penyandang tunanetra yang menghambat kemandirian ekonomi mereka. Pendirian Panti Pijat Ken Saras menjadi contoh inisiatif dari penyandang tunanetra sendiri untuk menciptakan ruang kerja inklusif dan memberdayakan komunitasnya secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data didapat melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima terapis tunanetra sebagai informan utama dan juga dari pihak mitra serta pelanggan sebagai informan pendukung yang berinteraksi di panti tersebut. Teori modal sosial James Coleman menjadi landasan analisis, memandang modal sosial sebagai sumber daya dalam hubungan sosial berupa kepercayaan, norma, dan jaringan, yang mempermudah tindakan kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan Panti Pijat Ken Saras tidak hanya bergantung pada keterampilan profesional para terapis, tetapi juga pada kekuatan modal sosial yang mereka bangun dan rawat setiap hari. Kepercayaan antarterapis menjaga keharmonisan kerja, norma internal mengatur kedisiplinan dan tanggung jawab kolektif, sedangkan jaringan sosial membuka akses terhadap dukungan eksternal dan promosi usaha. Modal sosial menjadi fondasi penting dalam memperkuat keberlanjutan usaha panti pijat tunanetra secara mandiri, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi komunitas tunanetra.

Description

Reupload Repositori File 05 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By