Efek Stres Keluapan Air dan Suhu Rendah Pra-Inkubasi terhadap Daya Tetas dan Kondisi Biologi Anak Ayam (Gallus gallus domesticus) Fase Awal Pertumbuhan
| dc.contributor.author | Kania Trieswanda | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-04T03:26:27Z | |
| dc.date.issued | 2026-03-03 | |
| dc.description | Validasi file repositori 15 Juni 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Produktivitas penetasan telur ayam kampung (Gallus gallus domesticus) pada sistem peternakan rakyat mengalami penurunan signifikan dengan persentase keberhasilan berkisar 20-40%, jauh di bawah potensi biologis optimal yang mencapai 75-91%. Rendahnya performa penetasan disebabkan oleh manajemen pra-inkubasi yang tidak memadai, khususnya terkait kontrol lingkungan penyimpanan telur fertil. Paparan kelembaban berlebih dapat menginduksi penutupan mikropori kerabang telur yang menghambat difusi gas esensial bagi respirasi embrio. Sementara itu, kondisi suhu rendah pada fase pra-inkubasi berpotensi menyebabkan perlambatan aktivitas metabolik atau kerusakan struktur seluler embrio. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh stres keluapan air dan suhu rendah pra-inkubasi, terhadap viabilitas embrio dan karakteristik biologis anak ayam pada fase awal pertumbuhan pasca-menetas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2025 di sublaboratorium zoologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember. Sebanyak 60 butir telur fertil ayam kampung dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu kontrol (T0), keluapan air (T1), suhu rendah (T2) dan kombinasi keluapan air dan suhu rendah (T3). Parameter yang diamati meliputi berat telur, detak jantung embrio, lama waktu penetasan, daya tetas, kelulushidupan embrio ayam, rasio konversi berat ayam dari berat telur, serta pertumbuhan biometri anak ayam (berat badan, panjang kepala, sayap, dan metatarsus). Data dianalisis secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan variasi signifikan pada persentase daya tetas antar kelompok perlakuan. Kelompok T0 mencapai daya tetas 26,6%, kelompok T2 sebesar 20%, sedangkan kelompok T1 dan T3 mengalami kegagalan penetasan total. Analisis detak jantung embrio mengindikasikan adanya bradikardi progresif pada kelompok perlakuan, dengan nilai rata-rata T0 sebesar 124,9 bpm, T1 sebesar 160 bpm, T2 sebesar 120 bpm, dan T3 sebesar 112 bpm. Pola mortalitas embrio menunjukkan bahwa kematian tertinggi terjadi pada fase awal inkubasi, khususnya hari ke-1 hingga ke-7, yang merupakan periode kritis pembentukan sistem kardiovaskular dan organogenesis primer. Durasi inkubasi kelompok T2 mengalami perpanjangan menjadi 20,5 hari dibandingkan T0 yang menetas pada 20,2 hari, mengindikasikan perlambatan laju perkembangan embrio akibat paparan suhu rendah pra-inkubasi. Rasio konversi berat tetas terhadap berat telur menunjukkan nilai 70% pada T0 dan 68,2% pada T2, yang masih berada dalam rentang fisiologis normal (65-72%). Pengukuran biometri pasca-menetas menunjukkan bahwa anak ayam dari kedua kelompok yang berhasil menetas memiliki pola pertumbuhan proporsional dengan peningkatan berat badan dari sekitar 30 gram menjadi 70-71 gram pada hari ke-10. Namun demikian, kelompok T2 menunjukkan variabilitas pertumbuhan individual yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, mengindikasikan adanya efek residual dari stres pra-inkubasi terhadap performa pertumbuhan awal. Stres keluapan air menginduksi kegagalan penetasan total akibat hipoksia embrio, sementara paparan suhu rendah menurunkan daya tetas dan memperlambat perkembangan. Kombinasi kedua stressor menghasilkan mortalitas embrio 100%, melampaui ambang toleransi fisiologis. Namun, embrio yang bertahan menunjukkan plastisitas perkembangan dengan pertumbuhan normal pascamenetas, mencerminkan kapasitas adaptif ayam kampung. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian kelembaban dan suhu penyimpanan telur fertil untuk mengoptimalkan produktivitas penetasan. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Dr. Asmoro Lelono, M. Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7997 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Stress | |
| dc.subject | Pra-Inkubasi | |
| dc.subject | Anak Ayam | |
| dc.subject | Fase Awal Pertumbuhan | |
| dc.subject | Penetasan Telur | |
| dc.title | Efek Stres Keluapan Air dan Suhu Rendah Pra-Inkubasi terhadap Daya Tetas dan Kondisi Biologi Anak Ayam (Gallus gallus domesticus) Fase Awal Pertumbuhan | |
| dc.type | Other |
