Mitos “Nyi Roro Kidul” dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa: Kajian Struktur Naratif Vladimir Propp

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Karya sastra dipilah menjadi dua yaitu sastra tertulis dan sastra lisan. Danandjadja (1994:50–83) menjelaskan bahwa sastra lisan sebagai cerita prosa rakyat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu mite atau mitos, legenda, dan dongeng. Mitos “Nyi Roro Kidul” sebagai bagian dari sastra lisan terbentuk dari kepercayaan masyarakat Jawa yang mempengaruhi unsur lainnya. Mitos “Nyi Roro Kidul” yang penyebarannya melalui lisan secara turun-temurun berakiat pada munculnya beragam versi. Setiap versi mitos ini memiliki pola-pola struktur naratif yang berbeda. Pola-pola struktur naratif yang dimiliki mitos “Nyi Roro Kidul” berpengaruh pada unsur-unsur lain kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Mitos “Nyi Roro Kidul” yang menjadi objek matrial yaitu versi Roro Sawidi yang diunggah dalam laman Youtube https://www.youtube.com/watch?v=_6fpvy2_A2g karya Eko Yuanto dari BRIN Indonesia tahun 2019. Versi Panemahan Senopati dari buku digital Babad Tanah Jawi terjemah W.L. Olthof. Objek formal dari penelitian ini adalah struktur naratif, motif, dan fungsi mitos “Nyi Roro Kidul” dalam konteks kepercayaan masyarakat Jawa. Langkah kerja meliputi, menyimak, mengindenfikasi, mengklasifikasi, menganalisis struktur naratif, menganilis motif, menganalisis fungsi dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk laporan penelitian. Hasil penelitian struktur naratif, kedua versi memiliki kelengkapan cerita dan pola yang berbeda. Pola pada kedua versi adalah hasil penelitian mitos “Nyi Roro Kidul” menggunakan struktur naratif Vladimir Propp melalui lambang. Versi Roro Sawidi memiliki dua puluh tiga jenis strktur naratif yaitu, a, γ1, δ1, B4, B2 , ↑, ζ, D1, T, M, W**, G4, a6, ζ2, I5, β3, A11, A3, A14, E2, а6, W1, W*. Versi Roro Sawidi memiliki pengulangan pada jenis struktur naratif (a6) yaitu kekurangan lainnya. Versi Panembahan Senopati memiliki sembilan belas jenis struktur naratif yaitu, ɑ, ζ2, A14, I, а6, δ3, G4, ↑, A11, A3 , A14, N, E7, θ1, W, F1, F9, ↓, Rs. Versi Panembahan Senopati memiliki pengulangan struktur naratif pada jenis (A14) yaitu pembunuhan. Pengulangan struktur naratif pada kedua versi disebabkan oleh kelengkapan pada versi. Versi Roro Sawidi dapat dikatakan lebih lengkap dibanding versi Panembahan Senopati. Kedua versi memiliki persamaan jenis struktur naratif yaitu (A11) mengucapkan mantra; transformasi, (A3) perusakan tumbuhan dan (A14) pembunuhan. Persamaan pada kedua versi ini disebabkan oleh dua tokoh yang sama dengan garis cerita yang sama, menimbulkan beberapa struktur naratif yang sama. Hasil penelitian motif, mitos “Nyi Roro Kidul” memiliki lebih dari satu data pada beberapa jenis motif. Versi Roro Sawidi memiliki tiga data motif perbuatan, tiga data pelaku dan satu data penderitaan. Versi Panembahan Senopati memiliki satu motif perbuatan, dua motif pelaku dan dua motif penderitaan. Perbedaan jumlah data ini dipengarahi oleh kelengkapan. Kelengkapan dapat mempengaruhi jumlah data pada motif karena memuat peristiwa dan tokoh penting pendorong. Sistem proyeksi mitos “Nyi Roro Kidul” tidak berupa fisik terlihat dari invidu masyarakat Jawa yang mempercayai. Proyeksi ini salah satunya adalah proyeksi kekuasaan, proyeksi hasrat manusia pada kecantikan. Fungsi alat pengesahan pada mitos “Nyi Roro Kidul” terlihat dari Panembahan Senopati yang menjadi raja Kerajaan Mataram setelah menerima bantuan “Nyi Roro Kidul”. Alat pengesahan laimya terlihat dari pengesahan sebuah peraturan, pengesahan tempat sakral. Fungsi pendidikan mitos ‘Nyi Roro Kidul” memiliki dua jenis yaitu formal dan informal. Pendidikan formal membuat mitos “Nyi Roro Kidul” menjadi bahan penelitian dan bahan ajar siswa maupun mahasiswa. Pendidikan informal terwujud dalam pengajaran norma-norma dan pengetahuan kisah. Alat pemaksa dan pengawas memberikan efek sanksi dan berkah pada masyarakat melalui peristiwa-peristiwa yang bersangkutan dengan “Nyi Roro Kidul”.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 25

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By