Persepsi Masyarakat Pada Pelayanan Posyandu (Studi Posyandu Cathleya 101 Lingkungan Sumberdandang Kelurahan Kebonsari Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas ilmu sosial dan ilmu politik

Abstract

Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisa persepsi masyarakat pada pelayanan posyandu pada Posyandu Cathleya 101 Lingkungan Sumberdandang, Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan suatu fenomena yang berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di posyandu. Posyandu merupakan salah satu wujud upaya preventif dari pemerintah untuk menekan terjadinya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Adanya posyandu penting untuk menjaga kesehatan Ibu dan Anak. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Berdasarkan data dari Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), sebuah system pencatatan kematian ibu di kementrian kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan terjadi peningkatan pada tahun 2023 menjadi 4.129 sementara itu, dalam data tersebut juga disebutkan jika angka kematian bayi pada tahun 2022 sebanyak 20.882 dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 29.945 kematian bayi. Tingkat kematian ibu dan bayi di kabupaten jember menjadi yang tertinggi di Jawa Timur, per November 2023. Yang mana, menurut Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro melalui detikjatim.com mengonfirmasi bahwa kabupaten Jember masih menjadi penyumbang tertinggi angka kematian ibu dan bayi di Jawa Timur. Hingga November 2023, kematian ibu melahirkan mencapai 39 orang. Sedangkan kematian bayi mencapai 128 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dalam analisisnya menggunakan teori dimensi persepsi oleh Bimo walgito (1990). Dimesi tersebut ada 3 yakni; Dimensi Rangsangan terhadap objek, DimensiPemahaman dan Dimensi Peneliaian. Data yang digunakan untuk memperoleh data primer berasal dari wawancara dan observasi. Serta, untuk data sekunder didapatkan dengan dokumen yang berkaitan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Persepsi masyarakat pada pelayanan posyandu cathleya 101, setelah di analisa dengan menggunakan teori dimensi persepsi milik Bimo Walgito pada Dimensi penyerapan terhadap rangsangan, dikatakan baik karena masyarakat yang menjadi sasaran bisa menerima informasi terkait pelaksanaan posyandu dengan cukup baik; kemudian, pada dimensi Pemahaman bisa dikatakan baik, karena masyarakat yang menjadi sasaran pelaksanaan posyandu bisa memahami dengan baik pelaksanaan pelayanan yang ada di posyandu; yang terakhir, persepsi masyarakat pada dimensi penilaian pelayanan pada pelayanan posyandu bisa dikatakan cukup baik. Karena, ada beberapa hal yang memiliki penilian kurang baik, serta ada beberapa hal yang memiliki penilaian yang baik. Kurangnya kemampuan kader posyandu dalam menjawab dan menjangkau sasaran, kurangnya sosialisasi untuk menambah wawasan dan kesadaran sasaran, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kurangnya pertisipasi Ketua RT dalam merangkul kegiatan kegiatn yang ada di lingkungan tentunya menjadi poin penting yang harus diperbaiki kembali. Fasilitas berupa alat pengukur berat dan tinggi anak yang sudat sesuai standard dan inovasi puskemas setempat menjadi poin bagus untuk memperbaiki persepsi masyarakat terhadap pelayanan posyandu yang harus dipertahankan

Description

Reupload file repository 10 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By