Analisis Perubahan Garis Pantai di Kabupaten Jember dengan Pendekatan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Berbasis ArcGIS
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh proses alami dan aktivitas manusia sehingga berpotensi menimbulkan abrasi maupun akresi di wilayah pesisir. Kabupaten Jember yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memiliki garis pantai sepanjang ±115 km yang rentan mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai Kabupaten Jember periode 2010–2025 menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan berupa citra historis Google Earth Pro tahun 2010, 2017, dan 2025 yang didigitasi menjadi garis pantai. Hasil digitasi diuji menggunakan Root Mean Square Error (RMSE), kemudian dianalisis menggunakan parameter Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), dan Shoreline Change Envelope (SCE). Hasil penelitian menunjukkan nilai RMSE sebesar 1,54 meter yang menunjukkan tingkat ketelitian digitasi yang baik. Nilai NSM rata-rata sebesar -22,12 meter dengan laju perubahan rata-rata (EPR) sebesar -1,47 m/tahun. Dari 693 transek, sebanyak 502 transek (72,44%) mengalami abrasi dan 191 transek (27,56%) mengalami akresi, sehingga perubahan garis pantai di Kabupaten Jember didominasi oleh abrasi. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh gelombang, arus sejajar pantai, suplai sedimen, karakteristik geomorfologi pantai, dan aktivitas manusia.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 20 Agustus 2026
